Saturday, 11 Safar 1443 / 18 September 2021

Saturday, 11 Safar 1443 / 18 September 2021

Untuk Kurban, Masjid Istiqlal Pakai Plastik Ramah Lingkungan

Rabu 24 Jul 2019 16:39 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Hasanul Rizqa

Proses penyembelihan dan pemotongan hewan kurban di Rumah Pemotongan Hewan Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Rabu (22/8).

Proses penyembelihan dan pemotongan hewan kurban di Rumah Pemotongan Hewan Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Rabu (22/8).

Foto: Republika/Mimi Kartika
Masjid Istiqlal memakai plastik ramah lingkungan buatan Joyoboyo

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Bagian Protokol Masjid Istiqlal, Abu Hurairah Abdul Salam mengungkapkan, pada Hari Raya Idul Adha tahun ini pihaknya akan kembali menggunakan plastik ramah lingkungan. Plastik demikian akan dipakai untuk membungkus daging kurban. Alasannya, bahan pembuatan plastik ini mudah terurai serta aman untuk makanan.

"Plastik ramah lingkungan ini diproduksi oleh Joyoboyo. Mereka yang memproduksi. Selama 4 tahun kami sudah bekerja sama dengan mereka. Jadi, kami sudah 4 tahun menggunakan plastik yang memang cepat terurai ini," kata dia kepada Republika.co.id, Rabu (24/7).

Baca Juga

Abu Hurairah menjelaskan, dari tahun ke tahun, rata-rata jumlah daging kurban yang didistribusikan ke masyarakat antara 5.000 sampai 7.000 bungkus. Artinya, kata dia, sebanyak itu pula lembaran plastik ramah lingkungan yang disediakan.

"Bahkan sampai berlebih. Macam-macam juga. Ada plastik yang untuk membungkus satu kilo daging, dan ada yang lebih besar lagi. Dan ada juga yang untuk dibagikan ke lembaga-lembaga," katanya.

Menurut Abu Hurairah, plastik yang digunakan Masjid Istiqlal itu sudah melalui proses penelitian dan dinyatakan higienis, ramah lingkungan, dan baik untuk kesehatan jika digunakan buat menyimpan makanan. Apalagi, pemerintah pun mengimbau agar masjid-masjid menggunakan plastik ramah lingkungan.

Abu Hurairah pun berharap masjid-masjid lain untuk juga memakai plastik yang ramah lingkungan. "Kami hanya berusaha menjadi contoh bagi masjid-masjid lain. Silakan bila hendak ditiru. Kami di Istiqlal sudah menggunakannya selama empat tahun terakhir ini," katanya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA