Wednesday, 6 Zulqaidah 1442 / 16 June 2021

Wednesday, 6 Zulqaidah 1442 / 16 June 2021

Bangkai Kapal 500 Tahun Ditemukan Utuh di Laut Baltik

Rabu 24 Jul 2019 14:52 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Nashih Nashrullah

Kapal misterius di Laut Baltik berusia 500 tahun.

Kapal misterius di Laut Baltik berusia 500 tahun.

Foto: Science Alert
Bangkai kapal diperkirakan berasa dari era Renaissance.

REPUBLIKA.CO.ID, STOCKHOLM — Para ilmuwan mengumumkan penemuan bangkai kapal di daratan Laut Baltik yang dingin. Menariknya, bangkai kapal yang diperkirakan berusia 500 tahun itu berada dalam kondisi utuh, bahkan cenderung seperti terawat. 

Dalam penelitian lebih lanjut, para arkeolog menemukan bahwa kapal itu mungkin berasal dari era Renaissance. Kemungkinan besar adanya kapal itu adalah pada abad ke-15 atau awal abad ke-16 Masehi, di masa kejayaan Christopher Columbus dan Leonardo da Vinci. 

Baca Juga

Meski demikian, belum dapat dipastikan asal kapal ini secara lengkap. Tampaknya, di masa itu penamaan sebuah kapal belum umum dilakukan. Karena itu untuk saat ini, peneliti memberi nama kapal itu sebagai Okant Skepp, bahasa Swedia yan berarti Unknown Ship (kapal tidak dikenal). 

“Bangkai kapal ini bahkan terlihat seperti baru saja tenggelam, dengan tiang-tiang serta bagian lambung kapal yang masih utuh,” ujar arkeolog kelautan Rodrigo Pacheco-Ruiz dari perusahaan survei kelautan MMT dilansir Science Alert, Rabu (24/7). 

Ruiz juga mengatakan bahwa masih adanya bagian geladak utama kapal menjadi sebuah penemuan yang sangat langka. Dia menilai bahwa kapal yang berfungsi mengangkut awak tersebut bersandar pada tiang utama. “Ini adalah pemandangan yang benar-benar menakjubkan,” kata Ruiz menambahkan. 

Bangkai kapal ini pertama kali ditemukan berdasarkan petunjuk bahwa terdapat suatu benda di dasar laut, tepatnya kedalaman 140 meter atau 460 kaki di bawah permukaan air payau pada 2009. Saat itu, Administrasi Maritim Swedia menggunakan sonar pemindaian dan pada akhirnya dapat mengungkapkan sesuatu yang tidak biasa. 

Hingga hampir satu dekade kemudian, tepatnya pada awal 2019, signifikansi kecelakaan kapal yang ada sepenuhnya terungkap. MMT kemudian melakukan survei dasar laut, sebelum meletakkan pipa gas alam, untuk melihat lebih jelas adanya sebuah bangkai kapal yang tinggi. 

Untuk mempelajari kapal secara rinci, para ilmuwan mengerahkan kendaraan yang dioperasikan dari jarak jauh (ROV) dari dek Stril Explorer. Ini digunakan untuk mengambil survei fotogrametri dari kapal yang tenggelam, memberikan detail model 3D resolusi tinggi yang dapat dipelajari oleh para peneliti secara mendalam.

Dari sana, diketahui bahwa tinggi kapal adalah sekitar 16 hingga 18 meter (52-60 kaki). Salah satu hal yang dapat disimpulkan adalah kapal ini tampaknya hanya sedikit lebih kecil dari Santa Maria, kapal yang menjadi unggulan Columbus dengan tinggi 19 meter. 

Selain kapal tender yang tidak rusak, serta bagian lambung, dan tiang kapal, beberapa rigging juga tetap utuh. Demikian juga dengan cucur dan bagian dari jendela dekoratif. Bahkan, pompa penggulung sebagian dapat diselamatkan dan senapan putar masih dapat dilihat di tempatnya yaitu di dek senjata.

Tim peneliti mengatakan hal ini mungkin terjadi karena perairan Laut Baltik yang dingin, sedikit asin, dan hipoksia. Padahal, lingkungan ini sebenanrnya kurang ramah terhadap kehidupan laut dan biasanya akan merusak kapal kayu yang karam di dalamnya. 

"Kami tahu itu adalah kapal karam tertua di Baltik. Tidak ada kapal lain di dunia pada periode ini seperti ini, bahkan ada kapal yang lebih tua tetapi hanya terbuat dari kayu atau logam dan kami tidak pernah memiliki kapal seperti ini yang memiliki tiang dan jangkar," jelas Ruiz. 

Tentunya banyak pertanyaan yang masih meliputi Okant Skepp. Salah satu yang terbesar adalah penyebab tenggelamnya kapal ini, mengingat tak ada kerusakan yang ditemukan untuk memicu hal itu. Diperlukan penelitian lebih lanut dan para ilmuwan harus berhati-hati dalam mengambil sampel dari bangkai kapal misterius tersebut.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA