Friday, 21 Rajab 1442 / 05 March 2021

Friday, 21 Rajab 1442 / 05 March 2021

Warga Qatar yang Dituduh Mata-Mata Houthi Dibebaskan Saudi

Selasa 23 Jul 2019 22:26 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Bendera Qatar. Ilustrasi

Bendera Qatar. Ilustrasi

Foto: Wikipedia
Warga negara Qatar sempat ditahan Arab Saudi.

REPUBLIKA.CO.ID, DOHA— Warga negara Qatar yang ditangkap karena diduga bekerja dengan kelompok Houthi di Yaman, dukungan Iran, akhirnya dibebaskan setelah lebih dari setahun ditahan di Arab Saudi.

Pada April 2018 Mohsen Al-Karbi ditangkap koalisi pimpinan Saudi yang berperang melawan Houthi di Yaman. Kelompok tersebut menggulingkan pemerintah yang diakui internasional dari ibu kota Sanaa.

Sumber keamanan Yaman pada saat itu mengungkapkan bahwa pasukan Yaman sendiri yang menangkap warga Qatar itu di perbatasan dengan Oman. Dia diduga menjadi agen intelijen kelompok Houthi.

Baca Juga

NHRC menyebutkan bahwa Karbi berada di Yaman untuk mengunjungi kerabat. Namun, tanpa tuduhan dia ditahan di Arab Saudi dan dilarang menghubungi keluarga atau pun pengacaranya.

"Komisi HAM Nasional menyeru otoritas Saudi untuk memberikan kompensasi kepada warga Qatar Mohsen Al-Karbi atas kerugian yang timbulkan selama masa penghilangan paksa," bunyi pernyataan NHRC, sebagaimana dilansir Reuters pada Senin (22/7).

Pihaknya juga meminta pembebasan warga Qatar lainnya, Abdulaziz Saeed Abdulla, mahasiswa yang katanya ditahan di Arab Saudi sejak Juli 2018 tanpa persidangan.

Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan juga Mesir melakukan aksi boikot diplomatik dan ekonomi terhadap Qatar sejak Juni 2017. Mereka menuding Qatar mendukung terorisme, tuduhan yang dibantah Doha. 

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA