Sunday, 4 Syawwal 1442 / 16 May 2021

Sunday, 4 Syawwal 1442 / 16 May 2021

Politikus PDIP: Amien Rais Hanya 'Test the Water'

Selasa 23 Jul 2019 07:58 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Andri Saubani

Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais menghadiri Muhasabah dan Munajat di Kantor Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) pada Sabtu, (20/7).

Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais menghadiri Muhasabah dan Munajat di Kantor Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) pada Sabtu, (20/7).

Foto: Republika/Rizky Suryarandika
Amien Rais dinilai hanya ingin membuat wacana politik lebih bergairah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua DPP PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno merespons pernyataan Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais terkait pembagian porsi 55-45 di pemerintahan sebagai syarat rekonsiliasi. Hendrawan menilai, Amien hanya ingin membuat wacana politik lebih bergairah.

"Tapi saya pikir Pak Amien Rais hanya test the water ya," kata Hendrawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (22/7).

Hendrawan mengatakan, rekonsiliasi tidak bisa dipilah-pilah berdasarkan kesamaan visi, kesamaan program, dan komitmen. Ia menilai, pernyataan Amien tersebut seperti orang bermain judi.

"Jadi saya melihat Pak Amien lebih mendorong tumbuhnya wacana dan narasi yang lebih demokratis," ujarnya.

Ia menilai wajar jika akhirnya PAN memilih menjadi oposisi lantaran usulannya tersebut tidak diterima. Dalam politik hal tersebut adalah hal yang biasa.

"Ya biasalah itu kan bukan hal yang istimewa, politik seperti itu, kalau harapannya dipenuhi bahagia, kalau harapannya tidak dipenuhi, marilah, kita tak bisa full, tak bisa sepenuh hati di sana itu kan biasa," tuturnya.

Sebelumnya, Amien menyampaikan soal pembagian porsi 55-45 di pemerintahan Jokowi sebagai syarat rekosiliasi. Angka tersebut berdasarkan hasil penghitungan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Saya bilang kalau mau rekonsiliasi tentukan dulu platform-nya, mau diapakan Indonesia ini? Prabowo sudah bicara di mana-mana pentingnya kedaulatan pangan, energi, Tanah, Air, dan lain-lain. Kalau itu disepakati, misalnya disepakati, ayo bagi 55-45, itu masuk akal," kata Amien Rais di gedung Dakwah, Kramat, Jakarta, Sabtu (20/7) lalu.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA