Sabtu, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 Desember 2019

Sabtu, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 Desember 2019

10 Sosok Milenial yang Dinilai Tepat Masuk Kabinet Jokowi

Senin 22 Jul 2019 06:21 WIB

Rep: Rizkyan adiyudha/ Red: Teguh Firmansyah

Joko Widodo

Joko Widodo

Foto: Dok Republika.co.id
Gibran Rakabuming Raka masuk dalam sosok milenial dari kalangan profesional.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --   Arus Survei Indonesia mengungkapkan sejumlah nama generasil milenial yang potensial bisa mengisi kabinet presiden dan wakil presiden terpilih Joko Widodo-Ma'ruf Amin. 

Baca Juga

Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia Ali Rif'an mengungkapkan, sejauh ini ada 10 figur milenial dari unsur profesional yang adisebut-sebut pantas menjadi pembantu kepala negara. Puluhan nama tersebut dijaring melalui survei pakar atau opini publik pada 26 Februari sampai 12 Maret 2019.

"Ada sepuluh nama milenial dari profesional dan partai politik," ujar Ali di Hotel Alia Cikini, Jakarta Pusat pada Ahad (21/7).

Sebelumnya Presiden Joko Widodo kerap menyebut akan melibakan anak-anak muda masuk dalam kabinet periode keduanya. Anak-anak mudah dibutuhkan untuk mengimbangi ritme kerjanya.

Secara persetase, sepuluh nama milenial profesional yang berpotensi menjadi menteri secara berurutan yaitu Emil Dardak (79,66), Nadiem Makarim (78,88), Achmad Zaky (73,76), Witjaksono (71,78), Inayah Wahid (70,58), Dian Sastrowardoyo (70,36), Ferry Unadi (68,28), Gibran Rakabuming Raka (65,34), Wiliam Tanuwijaya (64,12), dan Sunanto (59,80).

Ali mengungkapkan, puluhan tokoh itu dinilai berdasarkan lima aspek yakni integritas dan rekam jejak, kompetensi dan kapabilitas, inovasi dan kreativitas, komunikasi publik dan pengaruh sosial, manajerial dan kemampuan memimpin.

Dia melanjutkan, tim pakar yang menilai puluhan nama tersebut berasal dari berbagai kalangan mulai dari akademisi, jurnalis, pengamat, politikus, pengusaha muda, ormas, tokoh masyarakat, kalangan profesional, sampai praktisi pemerintahan. Pakar melakukan analisis media mulai April hingga Juli 2019.

"Calon menteri milenial disebut potensial jika selain punya kompetensi, dia juga punya sokongan dari partai politik atau organisasi masyarakat (ormas) atau organisasi relawan atau punya kedekatan khusus dengan Jokowi-Ma'ruf," kata Ali lagi.

Menurut Ali, ada empat alasan penting mengapa kabinet Jokowi-Ma'ruf memerlukan sosok menteri milenial. Dia mengatakan, mereka mampu untuk merespons gelombang kepemimpinan milenial global.

Kedua, lanjut Ali, mereka jufa bisa menjawab tantangan global dan revolusi industri 4.0 serta dinilai mampu menjawab tantangan inovasi. Dia menambahkan, menteri milenial juga langkah untuk menghadapi bonus demografi dengan mempersiapkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang kompetitif.

Sementara, sosok milenial yang berasal dari partai adalah Agus Harimurti Yudhoyono (Demokrat, 70,6) Grace Natalie (PSI, 68,62) Taj Yasin Maimoen (PPP, 68,51) Diaz Hendropriyono (PKPI, 64,36) Lukmanul hakim (PKB, 61,11) Prananda Surya Paloh (Nasdem, 60,91) Arwani Syaerozi (Hanura, 58,78) Amad Hanafi Rais (PAN, 56,76) Rahayu Saraswati Djojohadikusumo (Gerindra, 54,54) Angela Herliani Tanoesudibjo (Perindo 52,54)

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA