Friday, 10 Safar 1443 / 17 September 2021

Friday, 10 Safar 1443 / 17 September 2021

Sayaka Sempat Kesulitan Kalahkan Seniornya

Ahad 21 Jul 2019 16:39 WIB

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Indira Rezkisari

Juara Blibli Indonesia Open 2019 Nomor Ganda Putri asal Jepang, Yuki Fukushima/Sayaka Hirota, Ahad (21/7).

Juara Blibli Indonesia Open 2019 Nomor Ganda Putri asal Jepang, Yuki Fukushima/Sayaka Hirota, Ahad (21/7).

Foto: Republika/Rahmat Fajar
Lawan yang tidak fit jadi kunci kemenangan Yuki/Sayaka

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ganda putri Jepang, Yuki Fukushima/Sayaka Hirota menjuarai ganda putri Blibli Indonesia Open 2019. Mereka mengalahkan rekan satu negaranya Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi dua gim langsung, 16-21, 18-21.

Sayaka menjelaskan bahwa pada gim pertama tak menemukan kesulitan mengalahkan seniornya itu. Namun pada gim kedua, dia mengambil keuntungan karena mereka sedang tidak fit sehingga terus melakukan serangan cepat.

Pada gim kedua, Misaki/Ayaka sempat bangkit. Namun, Yuki/Sayaka berhasil mengejar dan memenangkan gim kedua sekaligus menghentikan perlawanan Misaki/Ayaka.

Menurut Yuki, kunci kemenangannya pada gim kedua adalah permainan cepat yang diperagakannya. Meskipun mereka sempat mengejar, tetapi hal tersebut cepat bisa diatasi dengan memperbaiki komunikasi.

Yuki menambahkan dirinya juga lebih sabar dan teliti dalam mengembalikan bola. Motivasi untuk menang juga menambah dinilai turut membantu meraih gelar.

"Sebagai orang Jepang, menang penting, tapi yang lebih penting berusaha lebih keras disetiap pertandingan," ujar Yuki usai pertandingan.

Sementara itu, Takahashi mengakui bahwa kondisinya sedang tidak fit sejak tiga hari lalu. Itu menjadi salah satu penyebab kegagalannya meraih gelar tahun ini. Kendati demikian, dia dan pasangannya berusaha memenangkan pertandingan.

"Sampai final sudah mengeluarkan semua kemampuan," kata Takahashi.

Matsutomo menambahkan, permainan Yuki/Sayaka sangat cepat. Pada gim kedua mereka semakin cepat dan dirinya dan pasangannya sering melakukan kesalahan.

"Saya mencoba mengikuti ritme permainan lawan tapi mereka cepat," kata Matsutomo.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA