Tuesday, 14 Safar 1443 / 21 September 2021

Tuesday, 14 Safar 1443 / 21 September 2021

Pemprov Jabar Komitmen Kembangkan Geopark Ciletuh

Ahad 21 Jul 2019 14:53 WIB

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Gita Amanda

Petugas memeriksa curug di kawasan wisata alam Curug Hepi, Geopark Ciletuh, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (27/10/2018).

Petugas memeriksa curug di kawasan wisata alam Curug Hepi, Geopark Ciletuh, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (27/10/2018).

Foto: Antara/Nurul Ramadhan
Geopark Ciletuh menjadi ikon Provinsi Jawa Barat dan ditetapkan jadi bagian UNESCO.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) berkomitmen untuk mengembangkan kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Sebab geopark tersebut telah menjadi ikon Jawa Barat.

Geopark Ciletuh-Palabuhanratu ditetapkan sebagai bagian United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) Global Geoparks (UGG) pada 2018 lalu. Proses penetapan hanya berjarak sekitar tiga tahun setelah menjadi geopark nasional.

"Geopark ini sudah menjadi ikon Jabar dan kini sedang dikembangkan menjadi kawasan ekonomi khusus,’’ ujar Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum saat melakukan kunjungan ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (20/7) lalu.

Dalam artian kata Uu, pada masa pemerintahan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum perhatian Pemprov sama tidak berubah seperti sebelumnya. Sehingga ia membantah ada anggapan Geopark Ciletuh diabaikan pada masa pemerintahan provinsi yang baru.

Pemprov menurut Uu, akan tetap memperhatikan kawasan selatan Jabar terutama Pangandaran dan Sukabumi. Termasuk dalam pengembangan geopark untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim Kemenkomaritim Dedy Miharja mengatakan, pemerintah pusat mendorong berbagai program untuk mendorong peningkatan kesejahteraan nelayan di Sukabumi yang masuk dalam kawasan geopark. "Kami kerja sama dengan berbagai pihak mendorong peningkatan kesejahteraan,’’ cetus dia.

Menurut Dedy, pemerintah juga akan mengembangkan KEK di Kecamatan Cikidang, Sukabumi. Upaya ini dilakukan agar pembangunan bisa terus dilakukan dan dirasakan manfaatnya oleh warga.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dalam kunjungannya di Sukabumi mengatakan, para nelayan di kawasan geopark harus lebih maju dibandingkan sebelumnya. Sehingga pemerintah pusat menggulirkan berbagai program yang menyentuh langsung para nelayan.

Misalnya diluncurkan program Tempat Pelelangan Ikan (TPI) online pertama di Indonesia di Desa Ciwaru, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (20/7). Program ini ditargetkan dapat meningkatkan pendapatan nelayan dan mengentaskan masalah kemiskinan.

Selain peluncuran TPI online, Menko Kemaritiman juga meresmikan gerai Fish Mart di Desa Ciwaru, Sukabumi. Dalam gerai ini para nelayan bisa membeli peralatan tangkap ikan dengan mudah, murah dan terjangkau.

Bupati Sukabumi Marwan Hamami menuturkan, pemerintah tengah mendorong fasilitas penunjang lanjutan yang akan jadi perhatian di geopark. Salah satunya dengan mengembangkan ide baru sehingga orang datang tidak hanya melihat bebatuan saja karena dinilai membosankan.

Pengembangan geopark juga dengan melakukan pemberdayaan masyarakat. Sehingga warga di sekitar lokasi geopark dapat merasakan dampak positif dari kehadiran geopark.

Namun pengembangan wisata alam ini akan dibarengi dengan penyediaan kawasan kuliner dan hotel. "Oleh karena itu kami menggandeng Kota Sukabumi yang menyediakan kawasan kuliner dan perhotelan,’’ ujar Marwan. Sebabnya lokasi sentra kuliner dan hotel di Kota Sukabumi terpusat di perkotaan.

Sehingga kata Marwan ada kolaborasi antara Kabupaten Sukabumi dan Kota Sukabumi. Di mana Kabupaten Sukabumi menyediakan potensi wisata alam dan Kota Sukabumi menyediakan sarana hotel serta sentra kulinernya.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA