Saturday, 3 Syawwal 1442 / 15 May 2021

Saturday, 3 Syawwal 1442 / 15 May 2021

BNPB Keluarkan Rp 500 Juta untuk Halmahera Selatan

Selasa 16 Jul 2019 18:46 WIB

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Ratna Puspita

Plh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo memberikan pemaparan mengenai dampak dan penanganan darurat gempa bumi Halmahera saat konferensi pers, di Graha BNPB, Jakarta, Senin (15/7/2019).

Plh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo memberikan pemaparan mengenai dampak dan penanganan darurat gempa bumi Halmahera saat konferensi pers, di Graha BNPB, Jakarta, Senin (15/7/2019).

Foto: Antara/Aprillio Akbar
BNPB menggunakan dana siap pakai untuk penanganan bencana gempa di Halmahera Selatan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelontorkan dana siap pakai sebesar Rp 500 juta. Dana tersebut akan digunakan untuk biaya operasional penanganan darurat gempa berkekuatan magnitudo 7,2 di Halmahera Selatan, Maluku Utara.

"Direncanakan Rp 500 juta," ujar Pelaksana Harian Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB, Agus Wibowo, di kantor BNPB, Jakarta Timur, Selasa (16/7).

Menurut Agus, jumlah dana siap pakai tersebut dapat bertambah jika memang diperlukan. Dana sebesar Rp 500 juta itu dikeluarkan sebagai dana awal untuk keperluan operasi tanggap darurat di lokasi terdampak gempa.

Baca Juga

"Jadi untuk keperluan operasi awal masih Rp 500 juta, nanti bisa diajukan lagi," terang dia.

Jumlah korban jiwa akibat gempa bumi di Halmahera Selatan, Maluku Utara, bertambah menjadi empat orang. Dari data yang didapat hingga Selasa (16/7) pukul 08.00 WIB, terdapat 51 orang korban luka yang dua di antaranya mengalami luka berat.

"Kita kumpulkan sampai hari ini ada tambah jumlahnya ada empat orang meninggal untuk di Halmahera," ujar Agus.

Agus menerangkan, empat korban jiwa itu terdiri dari tiga orang di Gane Timur Selatan, Halmahera Selatan, dan satu orang di Gane Barat Selatan, Halmahera Selatan. Selain itu, data teranyar yang dimiliki BNPB menunjukkan terdapat 51 orang yang menjadi korban luka, dua di antaranya mengalami luka berat.

Jumlah pengungsi akibat gempa berkekuatan 7,2 magnitudo itu juga semakin bertambah. Data sebelumnya menunjukkan ada sekitar 2.000 orang pengungsi, data terbaru hari ini menunjukkan ada 3.104 orang pengungsi yang tersebar di 15 titik pengungsian.

Agus menerangkan, ada 971 unit rumah yang mengalami rusak berat. Kemudian ada tujuh fasilitas pendidikan, tiga unit fasilitas peribadatan, satu unit fasilitas kesehatan, dan dua unit bangunan lainnya yang juga mengalami rusak berat. Ada pula tiga jembatan yang rusak di Halmahera Selatan.

"Kerusakan yang paling berat ada di Pulau Halmaheranya. Kemudian yang sebelah kirinya itu Pulau Bacan juga pusat pemerintahan di sana. Di Labuha juga mengalami banyak kerusakan, banyak pengungsinya di sana," terang Agus.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA