Tuesday, 18 Rajab 1442 / 02 March 2021

Tuesday, 18 Rajab 1442 / 02 March 2021

Jokowi Tegur Menteri karena Masalah Sampah

Selasa 16 Jul 2019 15:52 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Teguh Firmansyah

Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) memimpin rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (16/7/2019).

Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) memimpin rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (16/7/2019).

Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
Jokowi menilai masalah sampah tak tertangani dengan baik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegur para menterinya karena masalah sampah tak tertangani dengan baik. Dalam rapat terbatas perkembangan pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) di Kantor Presiden, Jokowi meminta agar masalah sampah segera dikerjakan dan diselesaikan.

"Rapat terbatas mengenai sampah ini sudah kita lakukan seinget saya sudah enam kali sejak saya jadi wali kota. Saya ngomong apa adanya. Urusan sampah ini juga sudah ingin kita selesaikan, ingin kita kerjakan," ujar Jokowi saat memberikan sambutan, Selasa (16/7)

Ia mengatakan, selama ini penanganan sampah sudah sering kali dibahas. Namun persoalan itu tak kunjung tertangani dengan baik. "Jadi gubernur juga sama tapi sampai sekarang sampai hari ini saya belum mendengar ada progress yang sudah nyala dan jadi," ucapnya.

Jokowi mengatakan, sebelum mulai membangun PLTSa, maka persoalan sampah ini harus diselesaikan. Sejumlah masalah baik di PT PLN maupun di Kementerian ESDM pun dimintanya untuk dirampungkan.  "Ini bukan urusan listriknya. Yang mau kita selesaikan ini urusan sampahnya. Listrik itu adalah ikutannya," kata Jokowi menambahkan.

Menurut Jokowi, masalah sampah harus segera ditangani karena Indonesia berada di posisi kedua terkait persoalan ini. Tak hanya penanganan sampah di darat, namun pemerintah juga harus menangani sampah yang ada di laut.

"Kita menyelesaikan yang di darat saja belum rampung, kita udah harus selesaikan lagi yang marine debriss. Ini juga menjadi masalah dunia bukan hanya kita. Dan kita ini berada pada posisi yang di nomor, mengenai sampah, nomor 2," ujar dia.




BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA