Saturday, 28 Sya'ban 1442 / 10 April 2021

Saturday, 28 Sya'ban 1442 / 10 April 2021

Ferdinand: Berhenti Hujat Pertemuan Prabowo-Jokowi

Senin 15 Jul 2019 04:34 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Ratna Puspita

Kadiv Advokasi dan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean (kedua kiri)

Kadiv Advokasi dan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean (kedua kiri)

Foto: Republika TV/Nugroho Habibi
Ferdinand menilai masih ada beberapa pihak yang keras menolak pertemuan tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Ketua Bidang Hukum dan Advokasi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengapresiasi pertemuan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi). Ia pun meminta kepada pihak yang tidak menyukai rekonsiliasi tersebut untuk berhenti menghujat.

"Kami minta untuk menghentikan hal-hal yang tidak baik tersebut, karena kita harus lebih mengedepankan keutuhan bangsa, menjaga kebersamaan daripada mementingkan ego diri sendiri," kata Ferdinand kepada Republika.co.id, Ahad (14/7).

Ia tidak memungkiri bahwa masih ada beberapa pihak yang keras menolak pertemuan tersebut. Menurutnya, penolakan tersebut justru akan semakin memperlihatkan kepada publik pihak mana yang menginginkan bangsa Indonesia terbelah.

Baca Juga

"Kita akan melihat ini, mencermati betul ke depan apa maunya kelompok-kelompok yang menolak ini. Yang pasti Partai Demokrat mengapresiasi dan berterima kasih kepada kedua belah pihak atas pertemuan tersebut," ujarnya.

Selain itu Partai Demokrat juga mengimbau kepada seluruh kadernya untuk tidak lagi masuk ke dalam narasi kontestasi Pilpres 2019 yang telah menetapkan presiden dan wakil presiden terpilih. Menurutnya yang saat ini penting untuk dilakukan yaitu menyiapkan diri untuk Pilpres 2024 mendatang.

"Demokrat menyiapkan diri untuk itu dan kadernya kita persiapkan untuk itu, tidak lagi untuk berbicara dan bermain narasi di kontestasi pilpres yang telah usai di mana pak Jokowi telah ditetapkan sebagai presiden terpilih 2019-2024," ucapnya. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA