Sunday, 27 Ramadhan 1442 / 09 May 2021

Sunday, 27 Ramadhan 1442 / 09 May 2021

Menhan: Aparat Hanya Bisa Atasi Satu Persen Ancaman Teroris

Selasa 09 Jul 2019 15:23 WIB

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Ratna Puspita

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu (tengah)

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu (tengah)

Foto: Antara/M Risyal Hidayat
Menhan mengimbau masyarakat bergabung dalam program Bela Negara.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menyatakan, kepolisian dan tentara hanya bisa menangani satu persen dari ancaman terorisme, sedangkan sisanya ada di tangan rakyat. Karena itu, seluruh elemen bangsa harus bersinergi untuk menghadapi ancaman terorisme.

"Sekarang teroris itu tidak bisa diatasi oleh polisi dan tentara. Tidak bisa. Hanya satu persen, 99 persen itu di kekuatan rakyat," ujar Ryamizard di Kementerian Pertahanan (Kemenhan), Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (9/7).

Karena itu, Ryamizard menyebutkan, terorisme harus dijadikan musuh bersama oleh seluruh elemen masyarakat. Ia pun mengimbau masyarakat bergabung dalam program Bela Negara yang diinisiasi oleh kementeriannya sehingga konsep perang semesta dengan basis kekuatan rakyat dan tentara dapat terwujud.

Baca Juga

"Kita sudah ada wadahnya yaitu Bela Negara, itu total warfare. Tidak bisa satu negara menyelesaikan masalah teroris, harus bersama-sama seluruh rakyat. Kita jadikan teroris musuh bersama," terangnya.

Ryamizard menjelaskan, Kemenhan telah mendesain strategi pertahanan negara smart power. Strategi itu berbasis perang semesta dan merupakan kombinasi antara pembangunan kekuatan keras power dan kekuatan lembut.

Kekuatan keras terdiri dari kekuatan rakyat ditambah kesiapan TNI atau alutsista, sedangkan kekuatan lunak terdiri dari pola pikir dan diplomasi pertahanan kawasan.  "Guna mengantisipasi tiga dimensi ancaman, yaitu ancaman fisik yang nyata dan belum nyata, serta ancaman non fisik yang dapat mengancam ideologi negara," katanya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA