Monday, 23 Zulhijjah 1442 / 02 August 2021

Monday, 23 Zulhijjah 1442 / 02 August 2021

PSO Bea Cukai Tanjung Balai Karimun Gelar Pencegahan Korupsi

Selasa 09 Jul 2019 12:54 WIB

Red: Gita Amanda

Bea Cukai Riau gandeng KPK menggelar Ceramah Pencegahan Korupsi.

Bea Cukai Riau gandeng KPK menggelar Ceramah Pencegahan Korupsi.

Foto: Bea Cukai
Pegawai Bea Cukai diharapkan dapat menumbuhkembangkan tata kelola pemerintah bersih.

REPUBLIKA.CO.ID, KARIMUN -- Pangkalan Sarana Operasi (PSO) Bea Cukai Tanjung Balai Karimun gelar acara Ceramah Pencegahan Korupsi dan Penguatan Integritas Pegawai. Mereka mengundang narasumber dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan Bidang Investigasi.
 
Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Khusus Kepulauan Riau, Agus Yulianto dalam acara yang dilaksanakan pada tanggal 25 Juni 2019 di Kantor Wilayah Bea Cukai Khusus Kepulauan Riau menyebutkan acara ini mengandung makna yang penting. "Yaitu selain untuk ajang silaturahim, acara ini juga merupakan ajang penguatan kepada kita semua, memberikan keyakinan kepada kita semua dalam proses yang berjalan untuk terus jadi semakin baik dan terus melakukan koreksi terkait hal-hal yang perlu kita koreksi,” katanya.

Para pembicara dalam acara ini membahas jenis-jenis tipikor (tindak pidana korupsi) yang tercantum dalam UU No.31/1999 Jo.UU No.20/2001 terkait Korupsi yang dirumuskan dalam tiga puluh jenis tipikor dan dikelompokkan menjadi tujuh jenis  besar, yaitu kerugian keuangan negara, suap menyuap, penggelapan dalam jabatan, pemerasan, perbuatan curang, konflik kepentingan dalam pengadaan, dan gratifikasi.

“Kita sadari bersama, daerah ini merupakan daerah yang rawan suap menyuap dan gratifikasi, saya harap tidak ada lagi dari rekan-rekan ASN sekalian yang terlibat dalam kasus tersebut,” pesan salah seorang narasumber dari KPK.

Diharapkan, menurut Agus, setelah mengikuti ceramah ini setiap pegawai dapat menumbuh-kembangkan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih, dan bertanggung jawab, serta menjadi inspirator bagi terbangunnya upaya pemberantasan korupsi di lingkungan kerjanya. Di mana saja, melawan arus memerlukan keberanian dan mengandung resiko. Niat untuk melakukan perubahan, keberanian untuk melaksanakannya dan hasil nyata yang telah dicapai perlu kita akui dan hargai.

Baca Juga

Bagaimanapun juga perubahan besar yang dicita-citakan harus diawali dengan langkah nyata pertama dan berawal dari diri sendiri. Kami berharap semua pegawai bisa terus jadi panutan dan sistem yang mereka bangun menjadi landasan kokoh untuk selangkah demi selangkah membangun Indonesia yang bersih,” pungkasnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA