Thursday, 13 Rajab 1442 / 25 February 2021

Thursday, 13 Rajab 1442 / 25 February 2021

Begini Reaksi Tubuh Saat Kita Berhenti Konsumsi Gula

Selasa 09 Jul 2019 13:00 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Christiyaningsih

Makanan Manis (Ilustrasi)

Makanan Manis (Ilustrasi)

Foto: Prevention
Menyerah pada makanan manis yang mengandung gula bukan pekerjaan mudah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Satu makanan yang semua pengikut diet hindari adalah gula. Menyerah pada makanan manis yang mengandung gula bukan pekerjaan mudah. Sering kali gula terselip pada menu makanan diet seperti burger vegetarian, saus tomat, dan kerupuk.

Menurut ahli dari Rumah Sakit St. Joseph di California, Eric Pham, menghindari bahan tambahan ini akan sangat bermanfaat. Sepekan melepaskan gula dalam menu dapat membuat tekanan darah lebih rendah. Tingkat lemak dan insulin juga lebih sehat dalam aliran darah.
Cara tubuh bereaksi terhadap ada atau tidak gula tergantung pada seberapa banyak makanan putih dan karbohidrat yang dikonsumsi. Tubuh memecah karbohidrat kompleks, seperti oatmeal dan buah, menjadi gula sederhana untuk digunakan sebagai energi.

"Anda akan mengalami tiga hari yang berat," kata ahli bedah bariatrik yang berbasis di California, Brian Quebbemann, dikutip dari Men's Health.

Hari-hari awal 'berpuasa' gula tambahan dalam menu makanan akan sangat berat. Makanan bergula akan sering berada di pikiran karena tubuh tidak memiliki gula untuk membantu merangsang otak.

Insulin, hormon yang mengatur glukosa, turun menjadi lebih stabil. Tubuh tidak akan melalui siklus tinggi dan kehancuran gula.

Awalnya, tubuh akan merasa lelah dan lesu. Namun itu akan berlalu dalam beberapa hari. Adrenalin akan meningkat dan membantu memecah glikogen atau gula yang disimpan dalam tubuh dan akan dilepaskan ke aliran darah dengan cukup cepat. "Anda akan melewati itu dalam waktu kurang dari 24 jam," kata Quebbemann.

Dalam tiga hingga lima hari, hati akan membuat keton dari lemak karena tidak ada lagi glukosa yang menjadi sumber energi utama tubuh. Saat itulah tubuh memasuki ketosis atau mode pembakaran lemak.

Akibat siklus ini tubuh bisa mengalami kram otot karena kehilangan banyak air ketika dalam ketosis setelah memotong gula. Beberapa orang mengalami keto flu, yang terkait dengan sakit kepala, kelelahan dan kram, yang berlangsung sekitar sepekan. Namun, begitu itu berlalu tubuh akan merasa lebih energik, fokus, dan tenang.

Orang-orang yang mengurangi gula dan makanan glikemik tinggi pun bisa menurunkan berat badan dalam waktu singkat. Namun, dokter masih tidak yakin untuk diterapkan dalam jangka panjang dengan pertimbangan kesehatan.

Banyak dokter merekomendasikan makan karbohidrat kompleks yang sehat. Meskipun mereka dipecah menjadi gula, ini adalah proses yang sepenuhnya normal dan sehat. Menghilangkan gula tambahan sambil makan karbohidrat kompleks menjaga kadar insulin tetap sehat.

"Kamu tidak sakit kepala. Kamu tidak mengalami kecelakaan. Kamu mendapatkan tingkat energi yang konsisten," kata Quebbemann.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA