Monday, 30 Sya'ban 1442 / 12 April 2021

Monday, 30 Sya'ban 1442 / 12 April 2021

Ratusan Warga Gunung Kidul Antre Rusun Karangrejek

Selasa 09 Jul 2019 07:59 WIB

Red: Christiyaningsih

Rumah Susun alias Rusun (ilustrasi)

Rumah Susun alias Rusun (ilustrasi)

Foto: Republika/Yogi Ardhi
Sebanyak 400 warga di Kabupaten Gunung Kidul antre menempati rusunawa

REPUBLIKA.CO.ID, WONOSARI -- Sebanyak 400 warga di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengantre daftar tunggu untuk menempati rumah susun (rusun) sewa sederhana. Rusun tersebut berlokasi di Desa Karangrejek, Kecamatan Wonosari.

"Minat masyarakat untuk tinggal di rumah susun sewa sederhana (rusunawa) sangat tinggi. Hal ini terlihat dari daftar tunggu pemohon yang mencapai 400 orang," kata Kepala Bidang Perumahan, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunung Kidul Bambang Antono, Selasa (9/7).

Ia mengatakan sejak dibuka pada akhir 2017 lalu, banyak masyarakat ingin tinggal di Rusunawa Karangrejek. Aturan untuk tinggal dalam rusunawa adalah seorang penghuni diberikan masa sewa selama tiga tahun dengan perpanjangan satu tahun.

"Setelah masa penyewaan ini berakhir, maka kamar rusunawa akan disewakan ke calon penghuni lain sehingga terjadi antrean panjang," kata Bambang.

Bambang mengatakan penghuni Rusunawa Karangrejek adalah warga miskin yang sudah berkeluarga tapi belum punya rumah dan orang yang bekerja di wilayah Gunung Kidul. Melihat tingginya minat warga tinggal di rusunawa, pihaknya akan mengajukan bantuan rusunawa ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

"Kita lihat ke depan, kalau peminat rusunawa tinggi, kami akan mengajukan bantuan rusunawa," katanya.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Rusunawa Karangrejek Nurgiyanto mengakui peminat rusunawa tergolong banyak. Hingga sekarang sudah ada 650 formulir yang diambil untuk bisa tinggal di rusunawa.

"Daftar tunggu untuk tinggal di rusunawa sangat panjang. Kapan mereka bisa tinggal sangat tergantung dengan kamar. Apabila ada penghuni yang keluar, maka kamar yang kosong bisa diberikan kepada warga yang mengantre," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA