Wednesday, 19 Rajab 1442 / 03 March 2021

Wednesday, 19 Rajab 1442 / 03 March 2021

Rieke Diah Minta Jaksa Agung tak Terburu-buru Eksekusi Baiq

Senin 08 Jul 2019 23:45 WIB

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Andi Nur Aminah

Anggota DPR fraksi PDI Perjuangan Rieke Diah Pitaloka (kiri) mendampingi Terpidana kasus pelanggaran UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), Baiq Nuril (tengah) dan Kuasa Hukum Baiq Nuril, Joko Dumadi (kanan) berjalan saat tiba di Kemenkumham, Jakarta, Senin (8/7/2019).

Anggota DPR fraksi PDI Perjuangan Rieke Diah Pitaloka (kiri) mendampingi Terpidana kasus pelanggaran UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), Baiq Nuril (tengah) dan Kuasa Hukum Baiq Nuril, Joko Dumadi (kanan) berjalan saat tiba di Kemenkumham, Jakarta, Senin (8/7/2019).

Foto: Antara/Muhammad Adimadja
Baiq berencana mengajukan permohonan amnesti setelah PK nya ditolak MA.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Baiq Nuril didampingi Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Rieke Diah Pitaloka menyambangi kantor Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), pada Senin (8/7) sore. Kedatangan Baiq Nuril untuk mendiskusikan pengajuan amnesti terkait kasusnya.

Rieke yang juga merupakan anggota DPR RI bersama kuasa hukum Baiq Nuril juga meminta agar Jaksa tidak segera melakukan eksekusi terhadap Baiq Nuril. "Kami sedang akan mengajukan penangguhan eksekusi kepada Jaksa Agung, sehingga bu Nuril tidak ditahan. Mohon doanya, mohon dukungannya dari seluruh masyarakat Indonesia. Kami tentu saja mendukung perhatian bapak presiden dan mendukung penuh Pak Presiden untuk memberikan amnesti kepada Ibu Nuril," ujar Rieke di Gedung Kemenkumham, Senin (8/7).

Baiq Nuril berencana mengajukan permohonan amnesti setelah Peninjauan Kembali (PK)nya ditolak oleh Mahkamah Agung (MA). Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga menyatakan memberikan ruang kepada Baiq Nuril untuk mengajukan upaya amnesti.

Baca Juga

Dalam PKnya, Hakim Mahkamah Agung (MA) memutuskan tetap menghukum Baiq Nuril dengan hukuman penjara selama 6 bulan dan denda Rp 500 juta subsider 3 bulan kurungan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA