Tuesday, 8 Ramadhan 1442 / 20 April 2021

Tuesday, 8 Ramadhan 1442 / 20 April 2021

Hendardi: Siapa yang Berseberangan dengan KPK?

Ahad 07 Jul 2019 18:46 WIB

Rep: Dian Fath R/ Red: Indira Rezkisari

KPK

KPK

Foto: Republika
Pekan depan sosok yang lolos seleksi administrasi KPK diumumkan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Panitia Seleksi (Pansel) Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Hendardi mengaku heran dengan pernyataan banyaknya tokoh berseberangan dengan KPK ikut mendaftar mencadi Capim KPK.  Sebanyak 384 orang sudah mendaftarkan diri sebagai calon pimpinan KPK, saat ini Pansel Capim KPK masih melakukan seleksi administrasi.

"Saya tidak paham siapa yang  selama ini dianggap tokoh-tokoh yang berseberangan dengan KPK. Jika polisi dianggap berseberangan dengan KPK saya kira kita melawan fakta sejarah perjalanan KPK," kata Hendardi dalam pesan singkatnya, Ahad (7/7).  

Hendardi menuturkan, keberadaan KPK sejak jilid 1 sampai sekarang tidak dapat dipungkiri bahwa unsur polisi mengisi dan berperan besar dalam struktur kepengurusan KPK di semua level bahkan di level komisioner. "Ada Taufikurahman Ruki, Bibit Samad dan Basaria Panjaitan,  belum lagi di level bawah dari Deputi, Direktur sampai penyidik dan penyelidik," ujarnya.

Terlebih, sambung dia, Taufikurahman Ruki pernah dua kali menjabat sebagai Ketua KPK. Dan pada masanya, lanjut Hendardi, mesti diakui termasuk masa KPK yang paling baik.

"Belum lagi secara institusi selama ini Polri sangat mendukung kerja KPK misalnya dalam proses eksekusi dan lainnya. Semua tingkat kepolisian dari tingkat Polsek ke atas diwajibkan membantu pengamanan kerja-kerja KPK," tutur Hendardi.

Rencananya, pada tanggal 11 Juli Pansel akan mengumumkan ke publik daftar yang lolos seleksi administrasi. Setelah itu, pansel KPK akan memasuki tahap meminta pendapat publik.

Peserta yang lolos tahap uji publik ini akan melaksanakan tes selanjutnya, yaitu tahap wawancara yang diproyeksikan berlangsung pada September. Kemudian, pansel akan mengeliminasi peserta menjadi 10 nama dan memberikannya kepada Presiden untuk disaring.  


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA