Sunday, 23 Muharram 1441 / 22 September 2019

Sunday, 23 Muharram 1441 / 22 September 2019

Harga Ayam Peternak Diproyeksi Stabil Pekan Depan

Selasa 02 Jul 2019 17:14 WIB

Rep: Imas Damayanti/ Red: Gita Amanda

Ilustrasi peternakan ayam.

Ilustrasi peternakan ayam.

Kemendag mendorong optimalisasi penyerapan ayam potong kepada ritel.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Harga ayam peternak yang anjlok dalam beberapa waktu terakhir diprediksi bakal stabil pekan depan. Hal itu terjadi seiring dengan adanya pengurangan stok serta optimalisasi penyerapan yang dilakukan pemerintah.

Ketua Umum Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) Singgih Januratmoko memprediksi, pekan depan harga ayam di tingkat peternak dapat kembali di level harga referensi yang ditetapkan pemerintah. Pihaknya mengapresiasi upaya Kementerian Perdagangan (Kemendag) dalam mendorong optimalisasi penyerapan ayam potong kepada ritel.

Baca Juga

“Upaya itu lumayan (membantu). Semuanya full speed, serapannya juga ramai sehingga stok ayam peternak bisa berkurang,” kata Singgih dalam keterangan pers yang diterima Republika.co.id, Selasa (2/7).

Seperti diketahui, kondisi anjloknya harga ayam peternak sudah mulai terasa sejak September 2018. Penyebabnya, kata Singgih, karena adanya oversuplai. Dengan kondisi tersebut, harga ayam peternak sempat menyentul level terendah sebesar Rp 5.000 per kilogram (kg) selama dua pekan. Kendati demikian dia meyakinkan, harga ayam peternak sudah berangsur stabil di kisaran harga Rp 15 ribu-Rp 16 ribu per kg di Pulau Jawa.

Dia berharap, dengan adanya upaya tambahan terkait penyerapan ayam, harga ayam potong bisa kembali menyentuh harga referensi. Dia menyebut, Kemendag sejatinya telah mengatur harga ayam potong di kisaran Rp 18 ribu-Rp 20 ribu per kg sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 96 Tahun 2018.

Singgih pun berharap harga ayam potong bisa kembali menyentuh harga referensi guna menutupi biaya produksi yang tinggi. Sebab, kata dia, biaya produksi ayam potong masih mencapai Rp18.500-Rp 19 ribu per kg. Tingginya biaya produksi tersebut menurut dia dikarenakan harga jagung yang dirasa masih mahal di kisaran Rp 4.500 per kg.

“Insayaallah minggu depan bisa ke harga referensi,” ujarnya.

Diketahui sebelumnya, untuk menaikkan harga ayam agar tidak merugikan petenak, Kemendag telah meminta kementerian dan instansi lain untuk menyerap pasokan daging ayam ras potong dari peternak. Tidak hanya itu, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) pun didorong melakukan hal yang sama.

“Semua upaya ini dimaksudkan untuk menstabilkan harga ayam ras potong," kata Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Tjahya Widayanti.

Upaya lain yang dilakukan untuk mendongkrak harga ayam, lanjut Tjahya, yaitu dengan menggelar bazar daging ayam ras di lingkungan Kemendag. Di mana harga jualnya di tingkat konsumen sebesar Rp 32 ribu per kg. Kemendag juga mengimbau kementerian dan instansi lain turut menggelar bazar serupa.

“Kami juga meminta komitmen dari para pelaku usaha perunggasan untuk mengimplementasikan kebijakan-kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah sehingga kondisi ini tidak terulang kembali di masa mendatang," ucap Tjahya.

Dia menjelaskan, menurunnya harga ayam ras potong di tingkat peternak merupakan cerminan dari kondisi keseimbangan persediaan dan permintaan yang terjadi saat ini.  Berdasarkan pantauan Kemendag, lanjut Tjahya, saat ini cold storage yang dimiliki masing-masing Rumah Potong Ayam (RPA) dalam kondisi penuh. Sehingga proses penyerapan oleh ritel belum dapat dioptimalisasi.

Sebagian besar RPA, kata dia, bahkan harus menyewa cold storage baru untuk menyimpan karkas beku. Kondisi seperti itu, menurut Tjahya, belum pernah terjadi dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Namun dengan berbagai upaya yang dilakukan pemerintah, diharapkan keseimbangan persediaan dan permintaan ayam ras potong dapat kembali pulih kepada tingkat yang wajar dalam waktu dekat ini.

Untuk mengembalikan harga ayam ini, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Senin siang mengumpulkan beberapa pejabat di antaranya Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, dan Badan Urusan Logistik (Bulog) di kantornya.

Beberapa pejabat terkait meliputi Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan I Ketut Diarmita, Direktur Pengadaan Bulog Bachtiar, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Kemendag Tjahya Widayanti, dan Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Abdul Rochim tampat hadir.

Rapat koordinasi membahas kebijakan perdagangan daging sapi, impor daging kerbau serta kondisi terkini industri peternakan unggas. Ditemui usai rapat tersebut, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan I Ketut Diarmita menyampaikan, pemerintah bakal mengkaji ulang pengajuan impor bibit ayam oleh perusahaan peternak terintegrasi (integrator).

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA