Wednesday, 9 Ramadhan 1442 / 21 April 2021

Wednesday, 9 Ramadhan 1442 / 21 April 2021

Lokasi Meninggal Satu Korban Ricuh Mei Belum Diketahui

Jumat 05 Jul 2019 19:24 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Kadiv Humas Polri Irjen Pol M Iqbal memberikan keterangan kepada wartawan terkait perkembangan kericuhan 21-22 Mei 2019 di Media Center Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (11/6/2019).

Kadiv Humas Polri Irjen Pol M Iqbal memberikan keterangan kepada wartawan terkait perkembangan kericuhan 21-22 Mei 2019 di Media Center Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (11/6/2019).

Foto: Antara/M Risyal Hidayat
Polisi belum bisa memastikan lokasi Muhammad Reza meninggal.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tempat kejadian perkara (TKP) meninggalnya satu korban tewas kericuhan 22 Mei Muhammad Reza hingga kini belum diketahui. Adapun lokasi meninggalnya delapan korban lain sudah dikantongi polisi.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Gedung Mabes Polri, Jakarta, Jumat, menuturkan jajaran Polda Metro Jaya sudah melakukan analisis kembali terhadap seluruh CCTV di TKP korban tewas ditemukan.

Dari situ diketahui terdapat lima korban ditemukan di Petamburan, Jakarta Barat, yakni Bachtiar Alamsyah, Abdul Aziz, M Rehan Fajari, Widianto Rizki Ramadhan, dan Farhan Syafero.

Kemudian dua orang di Cideng, Jati Baru, Jakarta Pusat, Adam Noorian dan Sandro serta satu orang di Slipi, remaja 15 tahun bernama Harun Al al-Rasyid. "Satu nama atas Muhammad Reza belum ditemukan TKP-nya," kata Dedi Prasetyo.

TKP meninggalnya Muhammad Reza belum diketahui, meski Polda Metro Jaya sudah dilakukan analisis terhadap 99 CCTV di TKP pertama, tujuh CCTV di TKP kedua serta enam CCTV di TKP ketiga.

Selanjutnya, analisis terhadap 367 visual di TKP pertama, 32 visual di TKP kedua, dan 64 visual di TKP ketiga.

Polda Metro Jaya serta Polres Jakarta Barat pun mengembangkan analisis suara untuk meneliti secara komprehensif suara letusan. "Suara letusan ini nanti yang membedakan apakah suara betul senjata api, senjata api punya kekhasan masing-masing. Apakah suara itu dari petasan, itu nanti dibedakan," ungkap Dedi Prasetyo.

Analisis suara selanjutnya akan digabung dengan analisis visual serta keterangan dari saksi untuk pendalaman selanjutnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA