Saturday, 27 Syawwal 1443 / 28 May 2022

Muhammadiyah: Parpol Islam Jangan Jadi Beban Bagi Umat Islam

Kamis 04 Jul 2019 15:57 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Hasanul Rizqa

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir.

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir.

Foto: Dokumen.
Muhammadiyah meminta seluruh parpol Islam tidak merugikan umat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menitipkan beberapa pesan kepada partai politik (parpol) Islam yang lolos ke parlemen periode 2019-2024. Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menuturkan, seluruh parpol Islam harus menyatukan aspirasi umat Islam untuk diperjuangkan bersama.

"Parpol Islam sesuai namanya harus mampu menjadi kekuatan agregator yang menghimpun dan menyatukan aspirasi umat Islam untuk diperjuangkan secara kolektif," kata dia kepada Republika.co.id, Kamis (4/7).

Baca Juga

Haedar menambahkan, parpol Islam jangan terjebak pada primordialisme yang hanya menjadi penyambung kepentingan golongannya sendiri dan menafikan aspirasi kelompok Islam lainnya dalam sikap ananiyah hizbiyah yang sempit. Umat Islam harus diberi perhatian terutama dari sisi ekonomi.

"Parpol Islam harus peduli dan memperjuangkan kemajuan umat Islam yang masih tertinggal secara ekonomi dan terkavling-kavling secara politik," ujar dia.

Haedar juga meminta agar jangan sampai ada parpol Islam yang justru memberikan stigma radikal dan teroris terhadap umat Islam, dengan turut mengembangkan pemikiran yang menyudutkan umat Islam. Lebih dari itu, parpol Islam harus membawa umat Islam ke arah yang moderat dan maju.

"Jangan menggiring umat (Islam) menjadi oposisi yang merugikan mayoritas umat yang justru ingin hidup damai dan menjadi satu-kesatuan dengan seluruh komponen bangsa," ujarnya.

Parpol Islam, lanjut Haedar, harus memperjuangkan umat Islam dan bangsa agar menjadi semakin kuat, mandiri, dan terbebas dari kesenjangan sosial ekonomi. Beban umat Islam dan bangsa Indonesia mesti diringankan. "Jangan sebaliknya malah menjadi beban umat Islam," tuturnya.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA