Thursday, 13 Rajab 1442 / 25 February 2021

Thursday, 13 Rajab 1442 / 25 February 2021

Kehadiran Islam di Georgia Konon Sejak Era Khalifah Utsman

Kamis 04 Jul 2019 06:00 WIB

Rep: Ratna Ajeng Tejomukti/ Red: Nashih Nashrullah

Muslim Georgia

Muslim Georgia

Foto: onislam
Islam di Georgia masuk sejak kekhalifahan Utsman.

REPUBLIKA.CO.ID, Islam di Georgia ada sejak 654 M saat orang-orang Arab pertama kali tiba di negara kawasan Eropa Timur ini. Pada 735 M mereka berhasil mendapatkan kekuasaan atas sebagian besar negara tersebut.

Saat itu tentara Arab di masa kekhalifahan Utsman bin Affan menaklukan Georgia Timur dan mendirikan pemerintahan Islam. Di tahun itu juga Marwan II menguasai Tbilisi dan menempatkan seorang emir Arab. 

Selama pemerintahan Arab, Kota Tsibilisi tumbuh menjadi pusat perdagangan Islam di Eropa Utara. Selain itu wilayah ini juga menjadi pos utama Arab sebagai provinsi penyangga saat menghadapi Bizantium dan Khazar. Seiring waktu banyak dari penduduk Tbilisi memeluk Islam.  

Baca Juga

Pada 1386 dan 1404, Georgia menjadi sasaran invasi tentara Turco–Mongol Timur. Selama tujuh invasi, pasukan ini menguasai ibu kota Georgia, Tbilisi dan menangkap Raja Bagrat V pada 1386.

Pada akhir 1401, Mongol menyerang Kaukasus kemudian Raja Georgia menuntut perdamaian dengan mengirim saudaranya sebagai pertukaran. Saat itu Mongol sedang bersiap untuk menyerang Ottoman.

Mongol pun berusaha mendinginkan situasi dan meminta pasukan bantuan kepada Georgia sebagai syarat perdamaian. Dinasti Safawi di Georgia kemudian terus bersitegang dengan Ottoman karena menguasai Kaukasus. Dari awal abad ke-16 hingga paruh kedua abad ke-18 Safawi terus bersitegang dengan beberapa kerajaan di Gerogia, karena Georgia saat itu bukanlah negara tunggal.

Safawi kemudian berusaha menguasai Kerajaan Kartli dan Kakheti di timur dan kerajaan Samtske dan Saatabago di selatan. Sedangkan Georgia barat dikuasai oleh Ottoman. Kemudian pada 1503 kerajaan ini seluruhnya bergabung dengan Persia.

Pada 29 Mei 1555, Dinasti Safawi dan Kekaisaran Ottoman mengakhiri ketegangan dengan perjanjian di Amasya setelah sebelumnya terjadi peperangan pada 1532 hingga 1555. 

Dalam perjanjian tersebut wilayah Kaukasus dibagi dua, Georgia barat dan bagian barat Georgia Selatan jatuh ke tangan Ottoman dan Georgia timur yakni kerajaan Kartli dan Kakheti serta bagian selatan Georgia Setan jatuh ke tangan Safawi Iran.   

Pada 1639 kekuasaan Safawi berada di bawah pemerintahan Islam. Di tahun 1703 Kerajaan Kartli dipimpin oleh Vakhtang VI dan pada 1716 diapun mengadopsi aturan Islam. Namun dia harus menghentikan operasi militer.

Belakangan, dia menerapkan aturan pro Rusia dengan harapan mendapatkan bantuan militer. Tetapi ternyata dia gagal mendapatkannya. Selama beberapa abad raja-raja Georgia dan bangsawan memeluk Islam dan menjadi bagian dari Dinasti Safawi, Afsharid dan Qajar.ed: nashih nashrullah 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA