Saturday, 15 Rajab 1442 / 27 February 2021

Saturday, 15 Rajab 1442 / 27 February 2021

Menaker: Bonus Demografi Bisa Jadi Berkah dan Bencana

Rabu 03 Jul 2019 15:53 WIB

Red: Ratna Puspita

Pelatihan Dasar CPNS. Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri memberikan pengarahan kepada 277 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker).

Pelatihan Dasar CPNS. Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri memberikan pengarahan kepada 277 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker).

Foto: Kemnaker
Bonus demografi akan tergantung kualitas sumber daya manusia (SDM) angkatan kerjanya.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri mengatakan, bonus demografi tahun 2030 bisa menjadi berkah dan juga bisa menjadi bencana. Sebab, bonus demografi akan tergantung kualitas sumber daya manusia (SDM) angkatan kerjanya.

"Bonus demografi bisa jadi berkah dan bencana. Menjadi berkah apabila SDM berkualitas, pekerja keras, dan tidak sedikit-sedikit mengeluh," kata Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri saat membuka Kompetisi MOS+ACA National Championship di SMA Pradita Dirgantara Surakarta, Rabu (3/7).

Kendati demikian, dia mengatakan, bonus demografi tersebut akan menjadi bencana apabila SDM yang dimiliki tidak berkualitas. Karena itu, pemerintah menggenjot pada pendidikan vokasi sebagai bekal.

Baca Juga

Sejauh ini, ia mengakui dari sisi kualitas SDM di Indonesia cukup memadai. Di sisi lain yaitu jumlah SDM dan kualitas persebaran masih menjadi tantangan bagi pemerintah.

Berdasarkan data, dia mengatakan, jumlah angkatan kerja di Indonesia sebanyak 129juta orang. Dari total tersebut 58 persen di antaranya merupakan lulusan SD dan SMP.

Sebagai perbandingan, dia mengatakan, dari 10 orang tenaga kerja 6 di antaranya merupakan lulusan SD dan SMP. Selanjutnya dari sisanya, yaitu 4 orang yang lulusan SMA/SMK dan perguruan tinggi ini, dua di antaranya memiliki pekerjaan yang tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya.

"Oleh karena itulah mengapai sektor pendidikan masih harus digenjot karena sampai saat ini rerata pendidikan kita hanya 8,8 tahun. Pemerintah harus kerja keras mengajak masyarakat dan dunia usaha untuk menggenjot pendidikan vokasi agar kualitas SDM makin baik," katanya.

Ia mengatakan tantangan tersebut akan bisa dilalui selama masyarakat bersatu menjadi sebuah bangsa.

Sementara itu, Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI Yuyu Sutisnayang hadir pada acara itu berharap melalui kompetisi tersebut para pelajar bisa mengembangkan diri untuk menjadi generasi emas Indonesia yang akan memimpin di tahun 2045. "Ini wujud sinergi TNI AU untuk membangun komunitas siswa dan menyiapkan SDM yang mampu bersaing pada era industri 4.0Dengan kualitas SDM yang baik maka kami optimistis Indonesia bisa menyongsong bonus demografi pada 2030," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA