Saturday, 6 Rajab 1444 / 28 January 2023

Tahun Ajaran Baru, Toko Seragam di Jatinegara Mulai Diserbu

Selasa 02 Jul 2019 17:47 WIB

Red: Christiyaningsih

Warga memilih seragam sekolah di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (4/7).

Warga memilih seragam sekolah di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (4/7).

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Jelang tahun ajaran baru pembelian seragam sekolah di Pasar Jatinegara meningkat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jelang dimulainya tahun ajaran baru 2019/2020, pembelian seragam sekolah di Pasar Jatinegara Jakarta Timur mulai meningkat. Pemilik toko Sunda Jaya di Pasar Jatinegara, Mimin, mengatakan jika dibandingkan dengan hari biasa omzetnya meningkat.

"Baru mulai ramai pembeli Jumat, Sabtu, Ahad kemarin. Omzet Jumat kemarin Rp 30 juta, Ahad bisa sampai Rp 40 juta," ujar Mimin saat ditemui Selasa (2/7).

Baca Juga

Menurutnya di luar masa libur sekolah tokonya hanya meraup omzet Rp 25 juta sampai Rp 30 juta per hari. Namun, Mimin mengatakan pada periode liburan ajaran baru tahun ini omzetnya menurun dibanding tahun lalu.

"Tahun kemarin setelah Lebaran langsung ramai. Ini tiga pekan habis Lebaran baru peningkatan. Mungkin karena liburnya panjang," kata dia.

Hal senada disampaikan Sony Afrizal pemilik toko Karya Mapan. Berdasarkan pengalaman pada tahun sebelumnya, dia memperkirakan jumlah pembeli akan semakin meningkat pada akhir pekan ini dan akhir pekan depan. "Karena masuk sekolah tanggal 15 Juli jadi mungkin tanggal 10 ramai-ramainya," kata Afrizal.

Menurut Afrizal, sebagian besar pembeli membayar barang belanjaan dengan menggunakan Kartu Jakarta Pintar (KJP). "Karena di sini kebanyakan ekonomi menengah ke bawah," ujar dia.

Tidak hanya toko miliknya, sejumlah toko seragam di Pasar Jatinegara juga memperbolehkan pembeli untuk membayar menggunakan KJP. Hal itu terlihat dari tulisan "Menerima KJP" yang banyak digantung di depan lapak.

Salah seorang pembeli bernama Winarti rela datang jauh-jauh dari rumahnya di Kemayoran bersama anaknya untuk berbelanja seragam di Pasar Jatinegara karena tergiur harga. "Ada pasar dekat rumah tapi lebih komplit di sini. Harganya juga lebih murah," ujar Winarti.

Ia membeli seragam untuk dua orang putrinya, satu baru masuk SMA dan satunya lagi naik kelas 3 SD. Selain harga yang lebih murah, pembeli lain asal Pulogadung bernama Anik memilih membeli pakaian jadi karena lebih praktis.

"Kalau jahit lebih mahal, belum beli bahan, belum ongkos jahit," kata dia. Seragam sekolah kemeja putih lengan pendek rata-rata dibanderol Rp 80 ribu sedangkan kemeja putih lengan panjang ditawarkan dengan harga Rp 110 ribu.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA