Tuesday, 25 Rajab 1442 / 09 March 2021

Tuesday, 25 Rajab 1442 / 09 March 2021

Whatsapp Baik untuk Kesehatan Mental, Kok Bisa?

Selasa 02 Jul 2019 01:02 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

WhatsApp

WhatsApp

Foto: EPA
Dampak untuk kesehatan mental ini muncul akibat interaksi dengan teman lewat Whatsapp

REPUBLIKA.CO.ID, Keberadaan aplikasi berpesan seperti Whatsapp sangat memudahkan terjalinnya komunikasi di mana pun dan kapan pun. Tak hanya itu, aplikasi Whatsapp ternyata juga dapat memberi manfaat bagi kesehatan mental atau psikologis penggunanya.

Dampak positif terhadap kesehatan mental ini muncul akibat interaksi yang terjalin dengan teman atau keluarga melalui Whatsapp. Hal ini diungkapkan dalam sebuah studi yang dilakukan tim peneliti dari Edge Hill University.

Tim peneliti mengungkapkan bahwa orang yang lebih banyak menghabiskan waktu untuk menggunakan Whatsapp cenderung memiliki tingkat kepercayaan diri yang lebih tinggi. Selain itu, orang yang lebih sering menggunakan Whatsapp juga cenderung lebih jarang merasa kesepian.

Baca Juga

"Ada banyak debat mengenai apakah menghabiskan waktu untuk media sosial buruk bagi kesehatan kita, tapi kami menemukan hal tersebut tidak seburuk yang kita pikir," ungkap dosen senior di bidang psikologi dari Edge Hill University Dr Linda Kaye, seperti dilansir Independent.

Ketika seseorang menghabiskan lebih banyak waktu untuk menggunakan Whatsapp, ia cenderung akan berpikir positif terhadap hubungan yang ia miliki dengan teman atau keluarga. Waktu yang dihabiskan untuk menggunakan Whatsapp ini akan membuat penggunanya merasa lebih dekat dengan teman atau keluarga yang menjadi lawan bicara.

"Dan mereka menganggap hubungan seperti ini sebagai kualitas yang baik," terang Kaye.

Studi yang melibatkan sekitar 200 pengguna media sosial ini tak hanya berlaku untuk percakapan individual yang terjalin melalui Whatsapp. Dampak positif terhadap kesehatan mental juga dapat diraih melalui percakapan kelompok yang terjalin lewat aplikasi berpesan tersebut.

Temuan baru ini menunjukkan bahwa ikatan sosial dapat dipengaruhi oleh beragam faktor, salah satunya teknologi. Whatsapp menjadi salah satu contoh bahwa penggunaan teknologi dapat berkaitan dengan kesejahteraan psikologis seseorang.

Tim peneliti mengatakan teknologi sosial seperti Whatsapp dapat menstimulasi hubungan antarmanusia yang sudah ada. Selain itu, kehadiran aplikasi berpesan populer ini juga membuka kesempatan untuk komunikasi. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA