Monday, 5 Syawwal 1442 / 17 May 2021

Monday, 5 Syawwal 1442 / 17 May 2021

Naomi Osaka Merasa Tertekan

Ahad 30 Jun 2019 15:31 WIB

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Endro Yuwanto

Naomi Osaka menjuarai Australia Terbuka 2019.

Naomi Osaka menjuarai Australia Terbuka 2019.

Foto: EPA/RITCHIE TONGO
Federer dukung Naomi dan yakin Naomi bisa melakukannya dengan baik di Wimbledon.

REPUBLIKA.CO.ID, BIRMINGHAM -- Penampilan petenis putri Jepang, Naomi Osaka, kini sedang menjadi sorotan. Di Roland Garros Prancis Terbuka 2019, ia kalah dari petenis non-unggulan asal Republik Ceska, Katerina Siniakova.

Baru-baru ini, Naomi juga kalah secara mengejutkan pada babak kedua di Birmingham Classic dari petenis non-unggulan asal Kazakhztan, Yulia Putintseva. Dikutip dari Tennisworldusa, Sabtu (29/6), hasil buruk tersebut menjadi peringatan bagi Naomi jelang Grand Slam Wimbledon. Akibat penampilannya buruknya itu, ia harus kehilangan predikat sebagai petenis nomor satu dunia.

Naomi mengakui merasakan tekanan atas penampilannya sejauh ini. Kekalahan dari Katerina Siniakova di Roland Garros, lanjut dia, membuat siapa pun pemain top yang mengalami hal demikian akan merasa tidak nyaman.

Naomi kemudian menceritakan pengalamannya selama bermain di lapangan tanah liat. Dia mengungkapkan mengalami stres sepanjang waktu sehingga mempengaruhi terhadap penampilannya di gelanggang.

Naomi juga kelelahan akibat stres tersebut. "Anda tahu, (lapangan) rumput, saya tidak terlalu nyaman dengannya," kata dia.

Bermain di lapangan rumput, bagi Naomi akan berbeda dengan pertandingan di luar lapangan rumput. Kendati demikian, ia mendapatkan dukungan dari petenis putra Swiss Roger Federer sebagai penguasa Wimbledon dengan delapan gelarnya.

Naomi mengatakan, Federer menyampaikan bahwa dua gelar grand slam yang diraih adalah awal yang baik untuk tampil maksimal di lapangan rumput. Federer yakin Naomi bisa melakukannya dengan baik di Wimbledon.

Federer berpendapat, tak ada satu pun pemain yang bisa meraih gelar setiap pekan. Federer mencontohkan dirinya yang juga tak bisa melakukan itu.

Oleh karena itu, apa yang dirasakan Naomi merupakan hal yang lumrah. “Setelah itu, saya juga tidak memenangkan segalanya. Tidak ada ruginya tiba-tiba berubah, semua orang sekarang merasa itu adalah kemenangan luar biasa untuk mengalahkan Anda," kata Federer.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA