Saturday, 15 Muharram 1444 / 13 August 2022

Peran Penting Maroko dalam Perkembangan Islam di Afrika

Jumat 28 Jun 2019 15:45 WIB

Red: Agung Sasongko

Pantai Maroko yang dipenuhi warga menanti saat berbuka puasa tiba.

Pantai Maroko yang dipenuhi warga menanti saat berbuka puasa tiba.

Foto: Arabnews
Maroko dibangun oleh Dinasti Almoravid (1062-1150)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Maroko turut andil mengamankan jalur antara Timur dan Barat bagi para pengelana Muslim yang melintasi Laut Mediterania. Maroko juga berperan dalam transmisi pengetahuan pembuatan kertas dari Cina ke Eropa.

Sejarah juga mencatat, Maroko khususnya di Kota Marrakesh dan Fes, terkena pengaruh perkembangan ekonomi Andalusia. Maroko dibangun oleh Dinasti Almoravid (1062-1150) yang kala itu merupakan kekuatan baru di Afrika Utara.

Mayoritas mereka bukanlah orang Arab, melainkan suku Berber. Dinasti Almoravid menaklukkan Maroko dan mendirikan Kota Marrakesh sebagai ibu kota pada 1062.

Dipimpin Yusuf Ibnu Tashufin, Almoravid juga berhasil menerobos Andalusia menyusul kejatuhan Toledo pada 1085. Hal itu dilaku kan salah satunya sebagai respons atas permintaan bantuan para pemimpin kerajaankerajaan kecil (Taifa) untuk menumpas tentara Kristen di utara Spanyol.

Almoravid berhasil menguasai Andalusia pada 1090 sambil tetap memegang kendali atas Marrakesh. "Selain menguasai Maroko, Dinasti Almo ravid juga melakukan ekspansi,'' tulis Salah Zaimeche dalam artikelnya Morocco as a Great Center of Islamic Science and Civilisation dan dimuat di laman Muslim Heritage.

Beberapa dekade sebelum Almoravid mengintervensi Spanyol pada 1086, anarki me nyebar di tengah Muslim Spanyol dengan terbentuknya puluhan kerajaan kecil (Taifa de Reyes). Keadaan ini dimanfaatkan kelom pok Kristen di Utara dengan aksi Reconquista. Me re ka membantai sejumlah tempat kaum Mus lim. Hanya sedikit umat Islam yang ber tahan.

Mendengar itu, pada 1086, Almoravid menyeberang dari Maroko ke Spanyol. Pasukan Almoravid berhasil mengalahkan pasukan Kristen dan membuat Alfonso kabur bersama lima ratus pria berkuda. Almoravid juga turun tangan menangani masalah kerajaan-kera jaan kecil Islam di sana.

Namun, beberapa kerajaan kecil itu berkomplot untuk meracun pemimpin Almoravid, Ibnu Tashfin. Namun, upaya keji itu gagal dan Ibnu Tashfin berhasil kembali ke Maroko. Pada 1090, Ibnu Tashfin kembali menyeberang ke Spanyol dan benar-benar menyingkirkan raja-raja kecil itu kemudian menancapkan kepemimpinan Almoravid di sana.

Setelah Ibnu Tashfin wafat, kepemim pin annya dilanjutkan dinasti dari suku Berber lainnya, yakni Almohad (1150-1269). Dinasti Almohad menjadikan Sevilla (Spanyol) seba gai ibu kota Andalusia dan tetap menjadikan Marrakesh sebagai pusat kekuatan di Afrika Utara.

sumber : Islam Digest Republika
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA