Saturday, 14 Zulhijjah 1442 / 24 July 2021

Saturday, 14 Zulhijjah 1442 / 24 July 2021

Pemprov NTB Ingin Revitalisasi Posyandu di Tiap Desa

Rabu 26 Jun 2019 14:28 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsyi/ Red: Gita Amanda

Posyandu. (Ilustrasi)

Posyandu. (Ilustrasi)

Foto: Antara/Mohammad Ayudha
Revitalisasi merupakan wujud nyata untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada warga

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) menggenjot proses revitalisasi Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) demi mewujudkan masyarakat NTB yang sehat.

Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) NTB Iswandi mengatakan revitalisasi Posyandu merupakan wujud nyata untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Iswandi menyampaikan revitalisasi akan dilakukan terhadap seluruh Posyandu yang ada di setiap desa.

"Salah satu pola yang menjadi instrumen untuk mewujudkan NTB sehat itu adalah melalui revitalisasi Posyandu," ujar Iswandi di Kantor Dinas Kesehatan NTB, Rabu (26/6).

Iswandi menambahkan revitalisasi Posyandu harus dipahami dan dilaksanakan oleh semua pihak, terutama jajaran Dinas Kesehatan. Posyandu, lanjut dia, tidak sekadar untuk pelayanan balita, melainkan bertransformasi menjadi pusat yang akan melayani seluruh kesehatan keluarga dengan tujuan akhirnya adalah ketahanan keluarga.

"Posyandu menjadi basis untuk membangun ketahanan keluarga. Posyandu akan melahirkan kekuarga yang sehat, sejahtera dan berketahanan," kata Iswandi.

Iswandi meminta Dinas Kesehatan NTB membangun koordinasi dan sinergi dengan seluruh pihak, terutama dinas atau badan terkait. Ia juga mengingatkan jajaran Dinas Kesehatan NTB tidak hanya melaksanakan tugas dan fungsi pada satu dimensi saja, melainkan diintegrasikan dengan program kerja lain.

"Indikator keberhasil dari seluruh program adalah meningkatnya kesejahteraan masyarakat dan pada saat bersamaan menurunnya angka kemiskinan," ucap Iswandi.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA