Tuesday, 16 Rajab 1444 / 07 February 2023

Emil Ingin Kafe di Jabar Hadirkan Kopi Asal Jabar

Ahad 23 Jun 2019 13:26 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Gita Amanda

Bermacam kopi Jabar. (Ilustrasi)

Bermacam kopi Jabar. (Ilustrasi)

Foto: Republika/ Edi Yusuf
Promosi masih menjadi tantangan produksi kopi di Jabar.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar), melihat produksi kopi di Jabar masih memiliki sejumlah tantangan. Salah satunya, terkait promosi. Oleh karena itu, Gubernur Jabar Ridwan Kamil, meminta semua pelaku industri kafe di Jawa Barat agar menghadirkan kopi asal Jawa Barat dalam salah satu menu sajiannya.

"Kopi di Jawa Barat ini sangat banyak, hanya butuh kekompakan, koordinasi, hingga kita bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Jangan sampai kafe yang ada di Jawa Barat ini mayoritas kopinya datang dari luar Jawa Barat," ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil, kepada wartawan akhir pekan ini.

Baca Juga

Menurut Emil, untuk menghadirkan kopi dengan kualitas terbaik, pihaknya bekerja sama dengan Specialty Coffee Association dan Sekolah Kopi. Hal ini dilakukan agar kopi Jawa Barat bisa bersaing dengan kopi dari daerah lain di Indonesia, bahkan dunia.

"Karena proses untuk menjadi kopi yang baik itu prosesnya panjang. Mulai dari bibit, cara menanam, cara mengambil, cara me-roasting, dan seterusnya sampai akhirnya menjadi kopi yang bisa diminum ini, (prosesnya) panjang," paparnya.

Salah satu kafe yang ikut mempromosikan kopi di Jabar adalah Upnormal yang menghadirkan Paberik Kopi Upnormal Coffee Roaster yang diresmikan langsung oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Sabtu (22/6). Pabrik ini menghadirkan berbagai fasilitas produksi kopi, mulai dari fasilitas pemrosesan untuk memilah biji kopi hingga kopi disajikan.

Emil menilai, tempat tersebut sangat cocok bagi mereka yang ingin mendapat informasi proses produksi kopi atau hanya menikmati kopi terbaik Jawa Barat. Karena di tempat pabrik itu ada 'Etalase Kopi Jawa Barat' yang menawarkan sepuluh jenis kopi terbaik Jawa Barat.

Melalui Paberik Kopi Upnormal Coffee Roaster, Emil pun yakin kopi-kopi khas Jawa Barat bisa diminati oleh banyak kalangan dan menjadi kopi terbaik di dunia."Kami yakin dengan pabrik kopi Upnormal yang mewakili industri kopi swasta yang mendukung penggunaan kopi di Jawa Barat, itu akan menghadirkan industri kopi terbaik, yang akhirnya nanti (orang) di seluruh dunia kalau ingat kopi terbaik, ya, ingat kopi Jawa Barat," paparnya.

Sementara menurut, founder Warung Upnormal Sarita Sutedja, pabrik kopi Upnormal menjadi bagian dari komitmennya untuk mendukung kemajuan kopi Jawa Barat. "Kami mendapat amanat untuk ambil bagian dalam memajukan kopi di Jawa Barat," katanya.

Paberik Kopi Upnormal Coffee Roaster, kata dia, memiliki fasilitas roaster terbaik. Fasilitas ini mampu memproduksi kopi dengan kapasitas 1 ton per hari dengan menggunakan mesin Probatone 25.

Emil mengatakan, kehadiran kopi dengan kualitas terbaik tidak lepas dari tangan dingin pelaku industri kopi atau para pihak yang terlibat di dalam proses pembuatannya. Mulai dari petani, pemetik, hingga pembuatnya. Menurutnya, semua pihak yang terlibat dalam proses pembuatan kopi harus memiliki kesejahteraan yang memadai.

“Kalau tadi dilaporkan (gaji pelaku industri kopi) masih banyak di bawah UMR, saya kira nanti kita harus perbaiki. Kita harus teliti masalah market-nya ada di mana. Tapi tidak boleh ada yang tertinggal, istilah saya tadi ekonomi Pancasila,” katanya.

Di tempat yang sama, Komisioner PT Belajar Kopi Bersama (5758 Coffee Lab.), Andi K Yuwono bercerita tentang perkembangan kopi di Indonesia, khususnya di Jawa Barat dan dunia. Menurutnya, bisnis kopi tumbuh karena banyak pihak, seperti peran UMKM serta upaya kreatif dan mandiri dari para kreator muda.

Dengan perkembangan tersebut, kata dia, kualitas kopi yang dihasilkan juga menjadi perbandingan. Hal itu, ditentukan oleh dua hal yakni skill dan pendapatan yang menjanjikan bagi para pelaku kopi.

“Masalahnya ada dua. Di sektor kafe yakni skill (barista), harus tumbuh karena adanya tuntutan konsumen. Kedua, barista bisa menjadi profesi yang menjanjikan,” katanya.

Oleh karena itu, Andi berharap adanya perhatian dan dorongan dari Pemerintah guna meningkatkan kualitas barista dan menjadikan barista dan pelaku kopi lainnya sebagai profesi yang menjanjikan.

“Kita harus menyiapkan skema (strategi) untuk meningkatkan kualitas barista,” kata Andi seraya mengatakan, skill yang harus ditingkatkan adalah masa depan dan kesejahteraan barista, dan permodalan agar industri kopi terus bergerak.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA