Sunday, 16 Muharram 1444 / 14 August 2022

Uji Jalan Gasoline Setara Euro 4 Jelajahi Jakarta - Tegal

Sabtu 22 Jun 2019 15:50 WIB

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Dwi Murdaningsih

Petugas membantu konsumen melakukan pengisian Bahan Bakar Minyak di SPBU kawasan Abdul Muis, Jakarta, Rabu (12/6).

Petugas membantu konsumen melakukan pengisian Bahan Bakar Minyak di SPBU kawasan Abdul Muis, Jakarta, Rabu (12/6).

Foto: Republika/Prayogi
Uji jalan ini terbagi dalam tiga rute dan tahapan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian ESDM melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi (PPPTMGB) "LEMIGAS" mulai menggelar uji jalan bahan bakar gasoline (bensin) setara Euro 4. Sebanyak tiga unit mobil berhasil menuntaskan jarak sepanjang 21.000 KM dengan rute tempuh Jakarta - Tegal, Jawa Tengah. 

Kepala PPPTMGB LEMIGAS Setyorini Tri Hutami menjelaskan menyatakan uji jalan ini dimaksudkan untuk melakukan pengujian terhadap kualitas bahan gasoline setara Euro 4. Uji jalan ini terbagi dalam tiga rute dan tahapan. Rute pertama yaitu Jakarta - Bogor - Pandeglang - Serang - Cilegon - Jakarta.

Rute kedua menempuh kota Jakarta - Cikampek - Bandung - Jakarta. Sementara, rute terakhir meliputi Jakarta - Cikampek - Cirebon - Tegal - Jakarta.

"Tujuan uji jalan ini adalah mengetahui pengaruh penggunaan gasoline setara Euro 4 terhadap kinerja mesin berbahan bakar bensin kendaraan bermotor, komponen mesin dan minyak pelumas dan untuk mendapatkan produk baru gasoline berkarakteristik setara Euro 4 dan menghasilkan emisi gas buang yang memenuhi standar Euro 4," ujar Setyorini, Sabtu (22/6).

Setyorini menjelaskan pelaksanaan uji jalan bensin setara Euro 4 ini didasari oleh Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 20/Setjen/Kum.1/3/2017 tanggal 10 Maret 2017 tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Baru Kategori M, Kategori N dan Kategori O. Kelompok Pelaksana Penelitian dan Pengembangan (KP3) Aplikasi sendiri telah menyelesaikan pengujian karakteristik bahan bakar uji utama dan bahan bakar uji pembanding, pengujian emisi standar Euro serta menguji kinerja Chasis Dynamometer dan pemeriksaan minyak pelumas pada kondisi 0 km, 10.000 km dan 20.000 km.

"Uji jalan ini memerlukan waktu tiga bulan dan diharapkan rampung pada akhir bulan Agustus 2019. Tim akan bergerak dari Kudus untuk menyelesaikan jarak tempuh yang ditargetkan," kata Setyorini.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA