Wednesday, 9 Ramadhan 1442 / 21 April 2021

Wednesday, 9 Ramadhan 1442 / 21 April 2021

Trump Maju Lagi Sebagai Kandidat Presiden AS 2020

Rabu 19 Jun 2019 21:36 WIB

Rep: Rossi Handayani/ Red: Budi Raharjo

Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Foto: AP Photo/Pablo Martinez Monsivais
Kampanye Trump untuk maju di 2020 dianggap akan serupa dengan kampanye 3 tahun lalu.

REPUBLIKA.CO.ID,ORLANDO -- Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump kembali mengajukan diri sebagai kandidat calon presiden AS 2020. Ia pun memulai kampanye pemilihannya di hadapan ribuan orang di Orlando Amway Center pada Selasa (18/6) malam.

Ia menyerukan pada pendukungnya untuk terus mendukung gerakan politiknya. Trump juga mengeluh bahwa ia diserang sejak hari pertama menjabat sebagai presiden oleh media berita palsu.

Dia melukiskan gambaran yang mengganggu tentang bagaimana jadinya jika dia kalah pada 2020. Ia menuduh kritikusnya tentang perilaku yang tidak mencerminkan Amerika, dan mengatakan Demokrat ingin menghancurkan negara AS.

"Pemungutan suara untuk Demokrat pada 2020 adalah pemungutan suara untuk kebangkitan sosialisme radikal dan penghancuran impian Amerika," katanya.

Kampanye Trump untuk maju di 2020 kemungkinan dianggap akan serupa dengan kampanye tiga tahun lalu. Bahkan setelah dua setengah tahun di Oval Office, Trump tetap fokus untuk memberi energi pada markasnya, dan menawarkan dirinya sebagai orang luar politik yang berlari melawan Washington.

Dalam pidatonya, Trump menghabiskan lebih banyak waktu berfokus pada mantan saingan Demokrat, Hillary Clinton daripada penantang 2020-nya saat ini. Meskipun Hillary Clinton tidak dalam pemilihan mendatang.

Sementara Ribuan pendukung Trump mulai berkumpul di luar arena pada Senin. "Trump telah menjadi presiden terbaik yang pernah kita miliki," kata seorang pensiunan Merchant Marine dan Demokrat terdaftar dari Orlando, Ron Freitas.

Di sisi lain, Trump mencoba membuktikan bahwa ia telah menepati janjinya pada 2016. Hal itu termasuk menindak imigrasi ilegal, dan meningkatkan pekerjaan.

Menjelang akhir pidato kampanyenya, Trump menjalankan daftar janji untuk masa jabatan kedua. Ia menjanjikan sistem imigrasi baru, kesepakatan perdagangan baru, perbaikan perawatan kesehatan dan obat untuk kanker dan banyak penyakit, termasuk pemberantasan AIDS di Amerika.

Di samping itu, ratusan pengunjuk rasa anti-Trump bertepuk tangan dan mengambil foto ketika balon Trump dengan popok berukuran 20 kaki (enam meter) mengembang. Beberapa anggota kelompok kebencian sayap kanan Proud Boys juga terlihat berbaris di Orlando di luar tempat kampannye.

Trump juga berbicara tentang persaingnnya pada 2016, menyebutnya momen yang menentukan dalam sejarah Amerika. Dia mengatakan bahwa pada tahun-tahun itu, ia telah memulihkan pemerintahan untuk rakyat.

Sebelumnya ia mengajukan pemilihan ulang pada 20 Januari 2017, hari pelantikannya, dan mengadakan reli 2020 pertamanya pada Februari 2017 di Melbourne terdekat. Dia terus memegang tandanya dengan sebutan "Make America Great Again" dalam beberapa bulan dari saat itu.

Trump bertanya kepada orang banyak apakah dia harus tetap dengan slogan "Make America Great Again" atau meningkatkan slogan barunya. Ia menyebutnya sebagai "Keep America Great", yang disambut dengan sorak-sorai riuh.

Sementara itu, pesaing dari Demokrat Joe Biden mengatakan politik Trump yakni semua hal tentang memecah belah. Ia menyatakan Trump melakukannya dengan cara yang benar-benar berbahaya.

Pesaing Demokrat terkemuka lainnya, Senator Vermont Bernie Sanders, menyatakan Trump telah menyampaikan satu setengah jam pidato tentang kebohongan, distorsi dan omong kosong total, mutlak.


sumber : apnews.com
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA