Sunday, 3 Zulqaidah 1442 / 13 June 2021

Sunday, 3 Zulqaidah 1442 / 13 June 2021

Pencarian Wisatawan Hilang di Blitar Terkendala Gelombang

Kamis 13 Jun 2019 23:14 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Ilustrasi Tenggelam

Ilustrasi Tenggelam

Foto: Foto : MgRol112
Petugas menyebut pencarian dua wisatawan di Pantai Pangi terkendala gelombang tinggi

REPUBLIKA.CO.ID, BLITAR -- Petugas gabungan dari Kepolisian Resor Blitar, BPBD Kabupaten Blitar, dan tim SAR masih belum menemukan dua orang wisatawan asal Jombang, yang terseret ombak dan tenggelam di Pantai Pangi, Kabupaten Blitar. Petugas menyebut proses pencarian terkendala gelombang laut yang tinggi.

"Kendala utama karena cuaca, gelombang laut itu. Petugas sebenarnya melakukan penyisiran di laut, hingga tepi pantai tapi masih belum ditemukan," kata Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Polres Blitar Iptu Muhamad Burhanudin di Blitar, Kamis (13/6).

Pencarian, kata dia, dilakukan sejak pagi hingga sore hari. Petugas sempat istirahat dan kembali melakukan pencarian. Dengan dibantu warga sekitar, proses pencarian juga lebih jauh, tapi masih nihil.

"Kami lakukan pencarian sampai korban ditemukan. Pencarian juga di tepi pantai, dan berharap segera ditemukan," kata dia.

Dari informasi BPBD Kabupaten Blitar, diketahui bahwa kecepatan angin di pantai selatan hingga 32 knot (60 kilometer per jam) dengan tinggi gelombang antara 2 hingga 5 meter, dengan arah angin ke Timur - Tenggara.

Proses pencarian pascainformasi korban terseret ombak pada Selasa (11/6) pagi itu, dilakukan hingga Kamis sore, sekitarpukul 16.00 WIB. Tim gabungan dibagi lebih banyak ketimbang sebelumnya, yakni menjadi enam, yakni tim pertama menyusuri Pantai Pasur, tim kedua menyusuri arah Pantai Umbulwaru, tim tiga menyusuri area Pantai Pangi, tim empat menyusuri arah Pantai Gayasan, tim lima ke arah Pantai Legundi, dan tim enam menyusuri ke arah Pantai Tambakrejo, Blitar.

Dalam penyusuran di laut, area Pantai Pangi, petugas menggunakan perahu jukung, sejenis perahu tradisional dan di Pantai Tambakrejo, Blitar, petugas menggunakan perahu karet.

Petugas mengakui, adanya kendala ombak tinggi, masalah komunikasi serta akses medan tebing yang sulit dijangkau.

Proses pencarian itu, selain dibantu TIM SAR serta warga dan aparat terkait di Kabupaten Blitar, juga terdapat tambahan personel dari BPBD Kabupaten Jombang.

Kedua korban yang belum ditemukan itu diketahui bernama Indra Prasetya (21), warga Jalan Sabang RT 04/01, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang serta Eko Julianto (29), warga Desa Wates, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang.

Awalnya dua orang itu sengaja berwisata ke Pantai Pangi, Kabupaten Blitar dengan-temannya. Rombongan berangkat sejak Senin (10/6) pukul 22.30 WIB dari Jombang berjumlah 18 orang dengan menggunakan dua kendaraan roda empat.

Rombongan pada Selasa (11/6) dini hari tiba di pantai tersebut kemudian istirahat di tepi pantai menggunakan alas tikar. Lalu sekitar pukul 06.00 WIB, rombongan bangun bagi dan mandi di pantai. Ada 14 orang yang saat itu mandi di tepi pantai, sedangkan empat orang lainnya menunggu barang bawaan di tepi pantai dengan beralaskan tikar.

Sekitar pukul 07.00 WIB, saat rombongan mandi di tepi laut, tiba-tiba terdapat ombak besar sehingga mengakibatkan satu orang terseret ombak dan lainnya saling menolong namun gagal karena derasnya ombak. Akibat kejadian itu ada dua orang warga yang ikut terseret ombak dan belum ditemukan sampai saat ini.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA