Thursday, 1 Syawwal 1442 / 13 May 2021

Thursday, 1 Syawwal 1442 / 13 May 2021

Abe: Ketegangan AS-Iran Dapat Picu Konflik Militer

Kamis 13 Jun 2019 17:39 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Israr Itah

Shinzo Abe

Shinzo Abe

Foto: EPA-EFE/ABEDIN TAHERKENAREH
Abe mengatakan, AS dan Iran harus lebih sabar dalam krisis ini.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Perdana Menteri Jepang Abe Shinzo memperingatkan bahayanya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Dalam kunjungannya ke Iran, Abe mengatakan, AS dan Iran harus lebih sabar dalam krisis ini. 

"Pada saat ini, ketegangan meningkat. Kita harus melakukan segalanya yang kita bisa untuk mencegah konflik insidental dari apa yang terjadi dan Iran harus memainkan peran yang konstruktif," kata Abe, Kamis (13/6). 

Abe mengunjungi Iran dalam upaya untuk menurunkan ketegangan yang dimulai dari AS menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran pada 2017 lalu. Kunjungan ini juga menjadi yang pertama dari perdana menteri Jepang setelah 40 tahun sejak revolusi Iran. 

Baca Juga

"Ada kemungkinan konflik insidental dan konflik militer yang harus dicegah dengan segala cara," kata Abe. 

Presiden Iran Hassan Rouhani kembali mengulang perkataan sebelumnya. Iran akan menanggapi dengan serius jika AS melancarkan serangan. Ia juga mengklaim Jepang ingin membeli kembali minyak mentah Iran yang dilarang oleh sanksi AS. Abe tidak mengakui membahas hal itu dalam percakapan mereka. 

"Kapan pun perang ekonomi berhenti, kami akan melihat pembangunan yang sangat positif di kawasan dan dunia," kata Rouhani.

Kedua kepala negara itu tidak menjawab pertanyaan dari jurnalis. Pesawat Abe mendarat di Bandara Internasional Mehrabad, Teheran pada Rabu (12/6) sore. Di sana ia bertemu dengan Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif. 

Ia segera bertemu dengan Rouhani di Istana Sadabad yang terletak di sebelah utara Teheran. Abe kemudian bertemu dengan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khameini. 

sumber : AP
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA