Friday, 14 Rajab 1442 / 26 February 2021

Friday, 14 Rajab 1442 / 26 February 2021

Malioboro Bebas Ranmor Diuji Coba Selasa Depan

Kamis 13 Jun 2019 17:30 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Yudha Manggala P Putra

Kawasan wisata Malioboro, Yogyakarta.

Kawasan wisata Malioboro, Yogyakarta.

Foto: Yusuf Assidiq.
Malioboro bebas kendaraan bermotor nantinya tidak akan hanya hari Selasa wage.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Rencana Malioboro bebas kendaraan bermotor akan mulai diterapkan. Uji coba akan dilakukan setiap Selasa Wage dan dimulai Selasa (18/6) pekan depan.

Kepala Dinas Perhubungan DIY, Sigit Sapto Raharjo mengatakan, penutupan itu bersamaan dengan Reresik Selasa Wage yang biasa diterapkan di Malioboro. Artinya, saat itu Malioboro akan bebas PKL.

"Sebagai agendanya setiap bulan tiap Selasa Wage akan ditutup bersama dengan itu, kesepakatannya itu," kata Sigit saat ditemui di Kantor Sekda DIY, Kamis (13/6).

Untuk lalu lintas, ia menjelaskan, masih akan ada rekayasa-rekayasa yang perlu dibenahi. Salah satunya, soal akses ke Gedung Agung atau Korem, dan akan dikaji untuk melewati Pasar Sore.

Ke depan, tidak cuma Selasa Wage, hari-hari tertentu akan diuji coba kembali membebaskan Malioboro dari kendaraan bermotor. Sejauh ini, akan dicoba dulu selama satu hari setiap bulan.

Ia menegaskan, penutupan itu tidak akan dilakukan kepada semua ruas-ruas yang ada di Malioboro. Dari Jalan Suryatmajan, misal, masih bisa melintas di depan DPR atau di depan Malioboro Mal.

Artinya, kendaraan jenis apapun (kecuali bus besar) bisa langsung belok ke kanan ke Jalan Dagen. Selain itu, dari Jalan Suryatmajan dapat pula belok kiri ke Jalan Perwakilan.

"Tidak semuanya, kan semipedestrian, seperti Jalan Suryatmajan bisa melintas, Jalan Perwakilan juga bisa balik juga, utara Jalan Dagen bisa dilalui dari barat bisa ke selatan," ujar Sigit.

Sigit menegaskan, memang kesepakatan saat ini akan diuji coba tiap Selasa Wage. Tapi, tidak menutup kemungkinan uji coba akan pula dilakukan ketika Malioboro ramai pengendara seperti Sabtu atau Ahad.

Hal itu dilakukan demi mendapatkan evaluasi penerapan kekurangan dari Malioboro bebas kendaraan bermotor. Apalagi, selama ini kantong-kantong parkir sudah dimanfaatkan cukup optimal.

"Sebenarnya tidak berubah, yang berubah hanya Jalan Suryatmajan selatan yang langsung ke barat, untuk penerapan dua arah di Jalan Perwakilan masih akan dikaji tim khusus," kata Sigit.

Pada saat penerapan itu, tetap ada pula kendaraan-kendaraan yang bisa masuk ke Malioboro. Mulai Transjogja, dan kendaraan-kendaraan pelayanan masyarakat.

Di antaranya, lanjut Sigit, truk sampah, ambulans, pemadam kebakaran dan lain-lain. Selain itu, kendaraan-kendaraan nonmotor masih boleh melintasi Malioboro.

"Jam 06.00 sampai jam 21.00," ujar Sigit, menjelaskan waktu penerapan uji coba Malioboro bebas kendaraan bermotor.

Ia menegaskan, penerapan uji coba ini tetap akan fleksibel. Sehingga, jika ada kondisi-kondisi yang tidak memungkinkan, Malioboro akan dibuka sebentar dan ditutup kembali.

Sigit berharap, penerapan uji coba ini tidak menimbulkan kekhawatiran di tengah-tengah masyarakat. Walaupun, mungkin akan ada titik-titik yang berpotensi terkena imbas macet.

Untuk penerapan ini, Dinas Perhubungan DIY akan menerjunkan 80 personil. Nantinya, akan dilakukan koordinasi untuk penambahan personil dari elemen-elemen lain.

Kepada pengusaha atau pelaku usaha, ia meminta tidak perlu takut Malioboro akan sepi pengunjung. Sebab, uji coba ini tidak akan merubah apa-apa dan kantung-kantung parkir masih akan beroperasi.

"Kalau kantung-kantung parkir masih tetap, nanti ada wacana bisa di (Stadion) Kridosono bisa di Tugu (barat)," kata Sigit.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA