Tuesday, 1 Ramadhan 1442 / 13 April 2021

Tuesday, 1 Ramadhan 1442 / 13 April 2021

Wiranto: Tensi Politik Keamanan Turun Itu Berkah Ramadhan

Rabu 05 Jun 2019 16:19 WIB

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Andi Nur Aminah

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto

Foto: Antara/M Risyal Hidayat
Dari 34 provinsi yang ada, hanya ada satu kejadian terkait kemananan di Kartasura.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto, mengatakan tensi keamanan saat ini sudah turun. Dari 34 provinsi yang ada, hanya ada satu kejadian terkait kemananan yakni peristiwa bom di Kartasura, Sukoharjo. Rasio tersebut ia nilai sangat kecil.

"Kita punya 34 provinsi. Sebenarnya begitu luas. Ada satu kejadian, saya kira rasionya kecil sekali. Mudah-mudahan ini terus berlanjut sampai nanti, tidak ada (kejadian) apa-apa," kata Wiranto di rumah dinasnya, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (5/6).

Terkait kasus tersebut, ia mengatakan sudah mendapatkan laporan dari pihak-pihak terkait. Proses penyelidikan yang lebih mendalam kini tengah dilakukan, terutama tentang adanya keterkaitan pelaku dengan kelompok tertentu atau tidak. "Selama ini masih dalam penyelidikan aparat kepolisian," jelasnya.

Baca Juga

Menurunnya tensi keamanan itu, termasuk juga tensi politik, merupakan berkah dari Ramadhan. Pada Idul Fitri 1440 H ini pula, sudah kewajiban bagi seluruh umat muslim untuk saling memaafkan satu sama lain.

Di samping itu, Kapolri, Jenderal Tito Karnavian, menjelaskan, secara umum situasi stabilitas Kambitbmas relatif baik selama operasi Mantap Brata. Operasi tersebut dilakukan mulai tanggal 29 Juni. Sampai dengan hari ini, kata dia, situasi Kamtibmas relatif stabil di seluruh Indonesia.

Tito pun bersyukur kepada Allah SWT terkait dengan arus mudik tahun ini. Itu karena arus mudik kali ini ia belum mendapatkan laporan adanya hal-hal yang terlalu menonjol. Perjalanan di berbagai daerah relatif lancar.

"Hanya satu ada kejadian yang menonjol, yaitu kasus percobaan bom bunuh diri di Kartasura. Tapi sudah kita lakukan penyidikan dan penyelidikan, sudah tahu nama pelakunya," jelas dia.

Hingga hari ini, ia menuturkan, kesimpulan sementara, sudah mendekati 90 persen, pelaku tersebut merupakan lonewolf. Pelaku bekerja, beroperasi, dan membuat bom sendiri tanpa terafiliasi kelompok manapun.

"Kita lihat juga dari operasi yang relatif gagal karena apa, karena yang kena dia sendiri. Itu dia mau menyerang pos polisi tapi meledak di luar pos, tapi semua sudah kita kerahkan untuk mencoba mendalami jaringannya," terangnya.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA