Kemendag Gelar Bazar Ramadhan di Depok

Rep: Imas Damayanti/ Red: Hasanul Rizqa

 Senin 20 May 2019 12:52 WIB

Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan (Kemendag) Karyanto Suprih saat meninjau Pasar Sembako Murah, di Sawangan, Depok, Senin (20/5). Foto: Republika/Imas Damayanti Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan (Kemendag) Karyanto Suprih saat meninjau Pasar Sembako Murah, di Sawangan, Depok, Senin (20/5).

Bazar Ramadhan ini digelar di Pusdiklat, Sawangan, Kota Depok

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Kementerian Perdagangan (Kemendag) menggelar Bazar Ramadhan di Kantor Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat), Jalan Abdul Wahab No 8, Kedaung, Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat, Senin (20/5). Kemendag dalam hal ini bekerja sama dengan sejumlah pelaku usaha yang menyediakan kebutuhan bahan-bahan pokok.

Sekretaris Jenderal Kemendag Karyanto Suprih mengatakan, kegiatan ini termasuk rangkaian acara yang digelar pihaknya sejak Kamis (16/5) lalu di Bandung dan Ciracas, Jawa Barat. Selain itu, adanya bazar baginya menunjukkan jaminan pemerintah terhadap ketersediaan bahan pokok selama Ramadhan.

Baca Juga

“Semakin banyak diadakan (Bazar Ramadhan), harga akan semakin stabil,” kata Karyanto saat ditemui Republika.co.id di Kantor Pusdiklat, Sawangan, Depok, Senin (20/5).

Dalam kesempatan tersebut, dia mengimbau kepada para pelaku usaha untuk dapat memberikan harga yang terjangkau. Selain itu, dia meminta kepada mereka untuk memberikan edukasi terhadap masyarakat mengenai sisi higienis daging beku.

Menurut dia, daging beku merupakan daging yang higienis serta terjamin kesehatannya, berdasarkan sejumlah riset kesehatan yang ada. Karena itu, masyarakat dapat membeli daging beku, sebagaimana daging potong segar.

Di Bazar Ramadhan tersebut, Karyanto menyebut, harga daging beku yang dijual di sana dipatok seharga Rp 80 ribu per kilogram (kg). Harga tersebut, menurut dia, cukup murah dibandingkan dengan yang di pasaran umumnya.

Sebagai informasi, dalam Bazar Ramadhan yang digelar tersebut terdapat 31 stan yang 14 stannya terdiri dari penjual bahan pokok. Adapun pelaku usaha dalam Bazar Ramadhan tersebut, antara lain, Perum Bulog, Industri Jabar, PT PPI, asosiasi distributor daging Indonesia, asosiasi telur dan ayam, serta asosiasi produsen tepung terigu.

“Dua tahun lalu kita lakukan Bazar Ramadhan seperti ini juga, dan harga efektif turun,” kata dia.

Direktur Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting Kemendag Tuti Prahastuti mengatakan, kegiatan Bazar Ramadhan kali ini diadakan guna mendekatkan masyarakat dengan harga kebutuhan bapok yang terjangkau. Dia menyebut, masyarakat juga antusias menyambut Bazar Ramadhan yang kerap diadakan itu.

“Tahun kemarin kuran lebih ada Rp 2 miliar transaksi dari kegiatan Bazar Ramadhan,” kata Tuti.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X