Sunday, 23 Rajab 1442 / 07 March 2021

Sunday, 23 Rajab 1442 / 07 March 2021

Studi Imbau Dewasa tidak Hirup Vape Dekat Anak

Rabu 05 Jun 2019 01:17 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Indira Rezkisari

Rokok elektrik (ilustrasi).

Rokok elektrik (ilustrasi).

Foto: Foto : Mardiah
Efek buruk rokok elektrik seperti vape belum sepenuhnya diketahui.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Orang dewasa perokok yang tinggal bersama anak cenderung menggunakan rokok elektrik alias vape daripada rokok konvensional. Hal itu terungkap dalam studi yang diterbitkan jurnal JAMA Pediatrics.

Menurut penelitian baru itu, sebanyak 4,9 persen orang dewasa yang tinggal seatap dengan anggota keluarga di bawah 18 tahun lebih memilih vape. Jumlah tersebut dibandingkan dengan 4,2 persen orang dewasa perokok yang tidak tinggal dengan anak.

Sebanyak 5,6 persen orang dewasa yang tinggal bersama anak pengidap asma juga lebih memilih vape daripada rokok. Vape memang menekan risiko anak menghirup asap rokok yang beracun, tetapi efek buruk rokok elektrik belum sepenuhnya diketahui.

Anak yang tinggal dengan orang dewasa pengguna vape dapat terpapar aerosol, campuran senyawa dengan konsekuensi kesehatan dengan efek yang belum jelas. Senyawa itu merupakan campuran formaldehida, logam berat, nikotin dan partikel ultrafine.

Studi tersebut menggunakan metode survei telepon yang dilakukan secara nasional sepanjang 2016 sampai 2017. Lebih dari 856 ribu peserta dilibatkan dalam survei tersebut, dengan data yang dikumpulkan dari Sistem Surveilans Faktor Risiko Perilaku AS.

Penulis utama studi, Jenny Carwile dari Pusat Medis Maine di Kota Portland, mengatakan bahwa rata-rata pengguna rokok elektrik tidak menganggap aerosol berbahaya. Zat itu hanya dianggap sebagai uap air belaka.

"Karena itu, jarang ada aturan keluarga yang membatasi penggunaan rokok elektrik di rumah dan kendaraan. Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan tentang dampak kesehatan dari paparan aerosol," kata Carwile.

Studi tersebut digagas setelah riset lain oleh peneliti di Universitas Harvard menemukan bahwa cartridge dan cairan vape bisa terkontaminasi mikroba berbahaya. Paparan bakteri dan jamur dapat menyebabkan asma serta infeksi paru-paru.

Akademi Pediatri Amerika pun telah mengimbau orang tua tidak menggunakan rokok elektrik di sekitar anak, terutama di dalam rumah dan mobil. Mereka mendesak agar undang-undang bebas asap rokok diperluas untuk rokok elektrik, dikutip dari laman Independent.


BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA