Monday, 24 Rajab 1442 / 08 March 2021

Monday, 24 Rajab 1442 / 08 March 2021

Wasiat Prabowo, Fadli: Beliau Wakafkan Hidupnya untuk Rakyat

Rabu 15 May 2019 17:02 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Andri Saubani

 Capres Prabowo Subianto berpidato saat acara pengungkapan fakta-fakta kecurangan pilpres 2019 di Jakarta Pusat, Selasa (14/5).

Capres Prabowo Subianto berpidato saat acara pengungkapan fakta-fakta kecurangan pilpres 2019 di Jakarta Pusat, Selasa (14/5).

Foto: Fakhri Hermansyah
Yang terpenting bagi Prabowo adalah kepentingan negara dan rakyat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Fadli Zon menjelaskan maksud surat wasiat yang sempat dilontarkan calon presiden (capres) Prabowo Subianto pada pemaparan kecurangan Pilpres 2019 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, pada Selasa (14/5). Fadli menjelaskan, surat wasiat tersebut menunjukan bahwa Prabowo telah mewakafkan hidupnya untuk rakyat.

"Kalau beliau mewasiatkan itu artinya dia sudah mau meninggalkan, yang penting adalah kepentingan negara, kepentingan rakyat, apalagi dalam hal ini masyarakat dan rakyat yang memilih Prabowo-Sandi," kata Fadli di Kompleks Parlemen Senayan, Rabu (15/5).

Fadli menambahkan, bahwa pernyataan terkait wasiat itu bukanlah gertakan. Ia mengatakan, bahwa itu murni ekspresi spontan yang ditunjukan Prabowo.

Baca Juga

"Apalagi kemarin dari para pembicara itu kan menyampaikan hal-hal itu secara mendasar dan banyak pidato-pidato itu datangnya dari hati begitu ya, biasanya apa yang disampaikan dari hati itu menembus hati lagi, gitu," jelasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Priyo Budi Santoso menjelaskan maksud dari keinginan Prabowo membuat surat wasiat tersebut. "Begini saya beri tahu, ketika Pak Prabowo menyampaikan akan nulis surat wasiat, artinya beliau akan mempertaruhkan semua hal atas nama rakyat, dan jika rakyat memang menghendaki agar kedaulatan tetap dibela, beliau memilih jalan itu dan tidak akan menyerah," kata Priyo di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (14/5).

Kendati demikian, Sekjen Partai Berkarya itu memastikan bahwa langkah yang akan diambil Prabowo adalah langkah yang konstitusional. Menurutnya, Prabowo tidak mungkin mencederai reputasinya sebagai mantan tentara yang dihormati dengan melakukan tindakan inkonstitusional.

"Tetapi membela kedaulatan rakyat adalah halal dan barokah yang dipilih Pak Prabowo, saya terus terang hari ini terharu dan akan berada di belakang Pak Prabowo," ungkapnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA