Saturday, 15 Rajab 1442 / 27 February 2021

Saturday, 15 Rajab 1442 / 27 February 2021

Diusik Autoimun, Atina Tinggalkan ITB, Rintis Vanilla Hijab

Sabtu 11 May 2019 05:33 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Reiny Dwinanda

Dua kakak beradik pendiri Vanila Hijab, Intan Kusuma Fauzia dan Atina Maulina.

Dua kakak beradik pendiri Vanila Hijab, Intan Kusuma Fauzia dan Atina Maulina.

Foto: Instagram/Intan Kusuma Fauzia
Pendiri Vanila Hijab Atina Maulia meninggalkan kuliahnya di ITB karena autoimun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Atina Maulia sangat bahagia bisa masuk teknik perminyakan ITB. Kala itu, rasannya mimpinya bakal menjadi kenyataan.

Namun, di tengah semester, ia sakit. Dokter mendiagnosisnya menderita autoimun.

Atina bahkan terpaksa harus duduk dikursi roda. Di semester empat, ia terpaksa berhenti kuliah lantaran kampusnya saat itu belum memiliki lift sementara ruang kuliahnya berada di lantai tiga. Jika ada ujian, ia bahkan harus ke lantai tujuh.

“Saat itu teman terpaksa menggendong saya ke atas,” ungkapnya.

Pada 27 agustus 2013, ia keluar dari ITB. Keputusannya berhenti kuliah membuat sedih orang tua Atina.

"Ayah saya kecewa banget. Soalnya itu benar-benar mimpi dari dulu, saya masuk perminyakan, jurusan favorit. Mimpi saya benar-benar hilang,” ungkapnya.

Tidak ingin menambah beban ayahnya yang sudah kehabisan biaya untuk mengobatinya, Atina bertekad berwirausaha untuk mendapatkan uang sendiri. Ia ingin melanjutkan kuliah di Jakarta agarbisa dekat dengan keluarganya.

Atina kemudian mulai berjualan hijab tanpa modal. Ia melihat-lihat bahan di salah satu pasar kemudian memotret bahan tersebut. Ketika ada pesanan, barulah ia membuatkan hijab pesanan itu.

Pada saat itu, hijab buatannya diproduksi oleh tukang jahit keliling yang biasa mangkal di depan rumahnya. Dari situlah, Vanilla Hijab didirikan oleh Atina pada tahun 2013, saat berusia 20 tahun.

Atina memilih berjualan hijab online mengingat keterbatasan modal dan tempat usaha. “Bahkan keluarga saya itu tidak yakin saya mau jualan hijab. Cuma itu tadi, kalau orang ragu-ragu sama kita, saatnya kita berdoa dan buktikan kalau kita bisa berkarya,” ujarnya.

Dengan tekun Atina menjalani dan mengembangkan bisnisnya. Saat menjalani bisnis, kerugian demi kerugian pernah dialaminya.

Atina dibantu oleh kakak perempuannya, Intan yang menjabat sebagai CEO Vanilla Hijab. Berangkat dari doa, mimpi, dan usaha, kakak beradik ini sukses membangun online hijab and clothing line Muslim yang kini memiliki 75 karyawan. Usahanya kini sudah semakin maju, sudah berjalan enam tahun.

“Vanilla Hijab berupaya agar senantiasa memberi manfaat bagi banyak orang. Mulai dari mempekerjakan penjahit keliling hingga membantu pegawai yang sempat putus sekolah untuk kembali melanjutkan pendidikannya,” ujarnya.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA