Jakarta Islamic Centre Gelar Pesantren Kilat untuk siswa

Rep: Fuji E Permana/ Mabruroh/ Red: Nashih Nashrullah

 Kamis 09 May 2019 22:35 WIB

Jakarta Islamic Centre (JIC), Koja, Jakarta Utara. Foto: Dok JIC Jakarta Islamic Centre (JIC), Koja, Jakarta Utara.

Pesantren kilat digelar di Jakarta Islamic Centre secara bergiliran.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Jakarta Islamic Centre (JIC) mengadakan pesantren kilat selama dua pekan pada Ramadhan 1440 H. Tujuannya untuk mengisi nilai-nilai spiritualitas anak dan memotivasi mereka agar menjadi insan yang baik.

"Pesantren kilat memang sudah kita laksanakan setiap Ramadhan secara rutin," kata Kepala Sekretariat JIC, Ahmad Juhandi melalui pesan tertulis kepada Republika.co.id, Kamis (9/5)

Ahmad mengatakan, pesantren kilat dilakukan setiap sekolah secara bergiliran. Jadi sehari satu sekolah yang melaksanakan pesantren kilat. Pada hari ini yang sedang mengikuti pesantren kilat adalah SMPN 279 Jakarta.

Baca Juga

Wakil Kepala Sekolah SMPN 279, Hari Supriyatna, menjelaskan alasannya mengikutsertakan murid-murid dalam program pesantren kilat Ramadhan di JIC. Supaya murid-murid lebih mengenal ilmu keagamaan dan menjadi insan yang berakhlak mulia.  

Menurutnya, pesantren kilat juga bisa menjadi ajang untuk menjalin silaturrahim di antara para murid. Saat ini ada 420 siswa dan siswi dari kelas 7 dan 8 sebagai peserta pesantren kilat. "Mereka diantar dan dijemput oleh orang tuanya dari rumah ke Jakarta Islamic Centre ini," ujarnya. 

Materi yang diberikan kepada para peserta pesantren kilat cukup banyak. Materi keagamaan disampaikan Kiai Aep Saifullah. Materi motivasi dan materi the power of dream disampaikan Muhammad Arif seorang motivator JIC. Arif sudah berpengalaman melatih puluhan ribu siswa, karyawan, pegawai baik di dalam maupun di luar negeri.

Kiai Aep mengatakan, dalam memberikan materi agama, menekan pentingnya membaca Alquran bagi peserta didik. Membaca Alquran secara teratur dan istiqomah Insya Allah mereka akan menjadi anak yang akhlaqul karimah. "Menjadi anak yang mempunyai semangat dalam hidupnya," ujarnya.

Arif menambahkan, pesantren kilat memberikan asupan kepada siswa pada Ramadhan. Supaya mereka mempunyai motivasi tentang nilai-nilai kehidupan untuk masa depan mereka. Peserta pesantren kilat diberi training the power of dream. "Diharapkan setelah mengikuti pesantren kilat ini mereka mempunyai rasa optimisme yang tinggi dalam menghadapi masa depan mereka," ujarnya.

 

Fuji E Permana

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Play Podcast X