Sunday, 4 Syawwal 1442 / 16 May 2021

Sunday, 4 Syawwal 1442 / 16 May 2021

Ruang Ganti Ajax Sunyi Setelah Kalah Dramatis dari Tottenham

Kamis 09 May 2019 08:57 WIB

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Israr Itah

Ekspresi kesedihan para pemain Ajax gagal lolos ke final Liga Champions.

Ekspresi kesedihan para pemain Ajax gagal lolos ke final Liga Champions.

Foto: EPA-EFE/OLAF KRAAK
De Ligt merasa Ajax sudah di ambang lolos ke final setelah memimpin 2-0.

REPUBLIKA.CO.ID, AMSTERDAM -- Kapten Ajax Matthijs de Ligt mengaku terguncang dengan kekalahan dramatis timnya 3-2 dari Tottenham Hotspur pada leg kedua semifinal Liga Champions. De Ligt merasa Ajax sudah di ambang lolos ke final setelah memimpin 2-0 pada akhir babak pertama sehingga unggul agregat 3-0 pada laga di Johan Cruyff Arena, Kamis (9/5) dini hari WIB.

Namun sayang, hat-trick Lucas Moura mengubur mimpi Ajax kembali ke final Liga Champions untuk pertama kalinya sejak 1996. "Itu seperti tanah yang hilang dari bawah kaki kami. Sangat dekat, kami sangat dekat (ke final)," kata De Ligt, dikutip dari BBC.

De Ligt mengungkapkan ruang ganti sangat sunyi usai pertandingan. Itu karena kekalahan di detik terakhir terasa sangat menyakitkan, mengingat perjalanan Ajax yang fantastis dengan menyingkirkan klub favorit seperti Real Madrid dan Juventus. "Pertandingan yang tersisa lima detik terasa sangat lama," kata dia.

Baca Juga

Kapten berusia 19 tahun itu juga berterima kasih dengan dukungan para suporter, yang menunjukan betapa pentingnya Liga Champions bagi mereka. Namun, lanjut De Ligt, Ajax bisa mengobati luka dengan juara Eredivisie. Saat ini Ajax berada di puncak klasemen, namun dengan poin yang sama dengan PSV Eindhoven dengan dua pertandingan sisa.

"Kami masih dapat menjadi juara (domestik). Jika kami memenangkan gelar, saya akan merasa sangat bangga," ujar dia.

Pelatih Ajax Erik ten Hag mengatakan, timnya sudah sangat dekat untuk bisa lolos ke final dan layak berlaga di partai puncak. Ia sempat mengatakan kepada para pemainnya pada jeda babak pertama, meski unggul agregat 3-0, pertandingan belum berakhir. Sebab ia melihat perjuangan pemain Tottenham dan percaya mereka masih bisa membalikkan keadaan.

"Tapi pada babak kedua, kami tidak bisa menyalahkan siapa pun," kata Erik. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA