Wednesday, 2 Ramadhan 1442 / 14 April 2021

Wednesday, 2 Ramadhan 1442 / 14 April 2021

Komisioner Heran KPU Kerap Dituduh Curang Gara-Gara Situng

Selasa 07 May 2019 17:31 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Andri Saubani

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Viryan Azis memberikan keterangan kepada wartawan di Jakarta Pusat, Jumat  (5/10).

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Viryan Azis memberikan keterangan kepada wartawan di Jakarta Pusat, Jumat (5/10).

Foto: Republika/Mimi Kartika
Hasil Pemilu 2019 ditentukan oleh hasil hitung manual dan berjenjang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Viryan Aziz menjawab tuduhan kecurangan yang dilakukan KPU melalu sistem informasi penghitungan suara (situng). Ia justru aneh lantaran banyaknya pihak yang meributkan hasil situng daripada hasil hitungan manual yang sudah selesai di kecamatan, kabupaten/kota.

"Karena hasil Pemilu 2019 ditentukan oleh hasil hitung manual dan berjenjang," kata Viryan kepada wartawan, Selasa (7/5).

Menurutnya, tuduhan curang yang dialamatkan KPU karena salah entri di situng bisa kemungkinan karena dua hal. Pertama, kurang adanya pemahaman, kedua, salah paham tentang situng dan pemilu 2019.

Baca Juga

"Kecurangan maknanya upaya manipulasi hasil pemilu yang akan ditetapkan KPU," ujarnya.

Viryan pun mengimbau jika ada pihak yang merasa dirugikan seharusnya pihak tersebut membawa dokumen dugaan kecurangan ke rapat pleno terbuka melalui saksi peserta pemilu yang hadir untuk dikonfirmasi kebenarannya. Menurutnya, proses klarifikasi dilakukan dengan menyandingkan berbagai data dari para pihak dan ditelurusi bersama.

"Apabila ada kesalahan atau upaya manipulasi langsung di koreksi. Mekanisme ini sudah berlangsung di kecamatan, kabupaten/kota dan provinsi," ucapnya.

Ia menjelaskan, petugas operator dan verifikator di daerah sampai saat ini terus memperbaiki berbagai kesalahan entri. Sehingga, publikasi hasil situng tetap sesuai dengan dokumen form C1 apa adanya.

"Situng dibuat sebagai sarana informasi hasil pemilu yang bersifat sementara dan memudahkan publik. Justru tanpa situng peserta pemilu dan publik tidak akan mungkin mengetahui hasil pemilu per TPS secara otentik dan mudah," tuturnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA