Wednesday, 30 Ramadhan 1442 / 12 May 2021

Wednesday, 30 Ramadhan 1442 / 12 May 2021

Demokrat: Sampai Tahapan Pemilu Selesai Kami Setia di 02

Selasa 07 May 2019 14:59 WIB

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Andri Saubani

[ilustrasi] Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhhoyono bersama fungsionaris berfoto usai penutupan Pembekalan Caleg Legislatif DPR RI di Jakarta, Ahad (11/11).

[ilustrasi] Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhhoyono bersama fungsionaris berfoto usai penutupan Pembekalan Caleg Legislatif DPR RI di Jakarta, Ahad (11/11).

Foto: Republika/ Wihdan
Demokrat menegakan tidak memiliki rencana meninggalkan koalisi Prabowo-Sandi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Partai Demokrat menegaskan, akan tetap berada dalam Koalisi Indonesia Adil dan Makmur. Demokrat menegaskan, bahwa mereka tidak memiliki rencana untuk meninggalkan koalisi pengusung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Sampai seluruh tahapan pemilu ini selesai kami Demokrat akan terus setia berjuang bersama koalisi 02 dan Pak Prabowo," kata Ketua DPP Demokrat Jansen Sitindaon di Jakarta, Selasa (7/5).

Jansen mengatakan, Demokrat akan tetap 'habis-habisan' membela dan memenangkan Prabowo-Sandiaga. Dia melanjutkan, hal itu dibuktikan dengan turunnya suara partai sebagai bagian dari resiko pilihan politik yang harus ditempuh partai berlogo bintang mercy ini.

Jansen menegaskan, Demokrat akan tetap bersama di dalam Koalisi Adil dan Makmur sama seperti sikap politik mereka sejak awal Pilpres 2019 ini dimulai. Demokrat, dia mengatakan, tetap akan seperti itu sampai selesainya seluruh tahapan pemilu dengan entah apa pun nanti hasilnya.

"Pascaitu kita lihat nanti arah kebijakan partai yang akan diputuskan oleh Ketua Umum dan Majelis Tinggi Partai," kata Jansen lagi.

Dia mengatakan, sikap skeptis terkait angka 62 persen itu juga merupakan bentuk kekritisan partai untuk menjaga Prabowo Subianto. Demokrat, dia mengatakan, merasa sumber angka dan informasinya itu tidak jelas.

Sebelumnya, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga menggapi pernyataan Ketua Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Demokrat Ferdinand Hutahaean mengenai kerja sama dalam koalisi Indonesia Adil dan Makmur jika Joko Widodo-Maruf Amin memenangkan Pilpres 2019. BPN mengimbau, sebaiknya kader-kader Demokrat disampaikan dalam forum internal Koalisi Indonesia Adil dan Makmur.

Baca Juga

BPN mengatakan, prinsip dalam berkoalisi adalah rasa kebersamaan antarpartai dan semangat perjuangan. BPN tak memaksa Demokrat untuk bertahan di Koalisi Indonesia Adil dan Makmur.


BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA