Saturday, 9 Zulqaidah 1442 / 19 June 2021

Saturday, 9 Zulqaidah 1442 / 19 June 2021

Trump Ampuni Mantan Tentara AS yang Tewaskan Tahanan Irak

Selasa 07 May 2019 10:47 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Ani Nursalikah

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump

Foto: AP Photo/Susan Walsh
Mantan tentara AS tersebut membunuh seorang tersangka militan Alqaidah di Irak.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberi pengampunan terhadap Michael Behenna, seorang mantan letnan Angkatan Darat negara itu yang membunuh seorang tahanan Irak. Hal itu disampaikan dalam sebuah pernyataan oleh Gedung Putih, Senin (6/5).

Behenna dijatuhi hukuman 25 tahun penjara pada 2009 karena melakukan pembunuhan yang tak direncanakan di zona pertempuran. Ia membunuh seorang tersangka militan Alqaidah di Irak.

Hingga kemudian, pria asal Oklahoma itu dibebaskan bersyarat pada 2014 dan diperkirakan akan terus berlanjut hingga 2024. Behenna dilaporkan melakukan kekejaman terhadap seorang tersangka yang bernama Ali Mansur.

Behenna diketahui menelanjangi Mansur, menginterogasi tanpa izin, hingga kemudan menembaknya sebanyak dua kali. Namun, ia mengaku melakukan tindakan itu sebagai pembelaan diri.

Menurut pernyataan juru bicara Gedung Putih, Sarah Sanders, Behenna sudah menjalankan masa tahanan dengan baik dan menjadi narapidana yang disebut olehnya teladan.  Karena itu, ia dianggap pantas menerima grasi dari presiden. Menurut Sanders, dukungan terhadap pria berusia 35 tahun itu juga berdatangan dari militer, pejabat Oklahoma, serta banyak masyarakat di AS.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA