Monday, 5 Syawwal 1442 / 17 May 2021

Monday, 5 Syawwal 1442 / 17 May 2021

Rekomendasi Multaqo Ulama Dinilai Dinginkan Situasi Politik

Senin 06 May 2019 01:00 WIB

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Bayu Hermawan

Ilustrasi surat suara

Ilustrasi surat suara

Foto: ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah
Pengamat menilai rekomendasi multaqo ulama bisa mencegah perpecahan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat Politik Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komaruddin mengatakan, rekomendasi Multaqo ulama dapat mencegah bangsa Indonesia dari perpecahan. Dia berpendapat, rekomendasi itu mampu mendinginkan situasi politik.

"Rekomendasi Multaqo sangat rasional dan sangat wajar, istimewa serta sudah sangat jelas rekam jejaknya," kata Ujang Komaruddin di Jakarta (5/4).

Ujang menilai rekomendasi yang dikeluarkan dalam Multaqo ini merupakan keputusan umum dan tidak berbenturan dengan rekomendasi Ijtima Ulama III. Dia mengatakan, akan tidak bijak jika rekomendasi Multaqo ulama bertabrakan dengan ijtima ulama

"Ini berbahaya oleh karena itu rekomendasinya umum misalnya menjaga persatuan, solidaritas, persaudaraan itu lebih penting," katanya.

Menurut Ujang, selama ini rekomendasi ijtima ulama ditafsirkan sejumlah masyarakat sarat dengan kepentingan politik. Dia melanjutkan, potensi perpecahan itulah yang direspons oleh Multaqo ulama. Ujang berpendapat Multaqo tak bisa dilepaskan dari Ijtima Ulama. Dia mengatakan, tidak akan ada multaqo jika tidak ada Ijtima ulama III.

Secara khusus, Ujang menilai terkait rekomendasi Ijtima ulama III yang ingin mendiskualifikasi hasil Pilpres, menurutnya hal yang terpenting dalam menyikapi Pemilu 2019 adalah menjaga persatuan bangsa. "Kalau ada kecurangan laporkan ke Bawaslu. Ikuti prosedur konstitusionalnya karena sudah ada aturan mainnya dan udah ada undang-undangnya," katanya.

Sebelumnya, Multaqo Ulama digelar di Hotel Kartika Chandra, Jumat (3/5) lalu. Hadir dalam Multaqo itu Ketum PBNU Said Aqil Siradj, KH Maimoen Zubair, Habib Luthfi Bin Yahya, Imam Besar Masjid Istiqlal Nazaruddin Umar. Sejumlah rekomendasi Multaqo itu diantaranya, penegakan NKRI dan pancasila sebagai dasar negara dan falsafah bangsa. Ulama juga mengimbau umat untuk bersama-sama mewujudkan stabilitas keamanan dan situasi kondusif.

Masyarakat juga diminta untuk mengedepankan persamaan dan persaudaraan daripada menonjolkan perbedaan yang kontraproduktif. Umat juga diajak untuk menghindari dan menangkal aksi provokasi dan kekerasan dari pihak yang tidak bertanggunjwab selama dan setelah bulan suci ramadan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA