Monday, 5 Syawwal 1442 / 17 May 2021

Monday, 5 Syawwal 1442 / 17 May 2021

Ini 8 Rekomendasi Pertemuan Ulama

Sabtu 04 May 2019 03:05 WIB

Red: Andi Nur Aminah

Ulama sangat berperan dalam pembinaan umatnya (Ilustrasi)

Ulama sangat berperan dalam pembinaan umatnya (Ilustrasi)

Foto: Republika
Intinya, adalah mengajak berlomba-lomba dalam kebaikan menjelang bulan puasa.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Multaqo atau pertemuan para ulama yang dihadiri oleh para habaib dan cendekiawan Muslim menghasilkan delapan poin rekomendasi. Intinya, adalah mengajak berlomba-lomba dalam kebaikan menjelang bulan puasa.

Delapan kesepakatan yang dihasilkan dari multaqo ulama dibacakan oleh KH Manarul Hidayah dan ditandatangani oleh para ulama yang hadir dalam acara Multaqo Ulama, Habaib, Cendekiawan Muslim untuk Kemaslahatan Bangsa di Hotel Kartika Chandra Jakarta, Jumat (3/5) malam. Delapan poin rekomendasi dan kesepakatan multaqo ulama sebagai berikut.

Menegaskan kembali kesepakatan pendiri bangsa dan alim ulama bahwa NKRI adalah bentuk negara yang sesuai dengan Islam yang rahmatan lil alamin di Indonesia, Pancasila adalah dasar negara dan falsafah bangsa.

Baca Juga

Mengajak umat Islam menyambut bulan puasa 2019 dengan meningkatkan ukhuwah Islamiah, menjalin silaturahim, menghindari fitnah dan tindakan melawan hukum (inkonstitusional). Sehingga kita memasuki Ramadan 1440 Hijriah dalam keadaan suci dengan berharap mendapat ampunan Allah dan kemenangan pada Idul Fitri.

Mengimbau umat Islam untuk bersama-sama mewujudkan stabilitas keamanan dan situasi kondusif, mengedepankan persamaan di atas perbedaan selama dan sesudah Ramadhan sehingga mampu menjalankan ibadah secara khusyuk dan penuh berkah.

Rekomendasi itu juga menyebutkan, agar menghindari provokasi pihak yang tak bertanggung jawab selama dan sesudah bulan puasa. Karena hal tersebut akan sangat mengganggu berlangsungnya ibadah pada bulan suci Ramadhan, yang dapat menghilangkan pahala berpuasa pada bulan puasa, yang dilipatgandakan oleh Allah Swt.

"Kami mengajak seluruh umat Islam di Indonesia untuk menaati tata peraturan dan perundang-undangan yang berlaku di seluruh wilayah NKRI sebagai pengejawantahan hubungan yang konstruktif dan penuh rasa hormat kepada pemerintah yang sah. Karena sangat jelas diajarkan dalam tradisi agama Islam," ujar Kiai Manarul.

Kepada umat Islam Indonesia untuk tidak terpancing dalam melakukan aksi-aksi inkonstitusional, baik langsung maupun tak langsung. Ia menambahkan, tindakan inkonstitusional bertentangan dengan ajaran Islam dan dapat mengarahkan pada khidmatan bugat.

Pertemuan ulama itu juga mengajak seluruh umat Islam seluruh Indonesia untuk fastabikhul khairat, berlomba dalam kebaikan guna meningkatkan kekuatan ekonomi umat dalam rangka berpartisipasi dalam masyarakat dunia melalui era digital big data dan berjaringan teknologi. Umat Islam dapat secara aktif terlibat dalam pengentasan masyarakat dari kemiskinan, mengatasi ketimpangan, dan mengejar ketertinggalan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi

"Kami mengumumkan kepada seluruh umat Islam Indonesia bahwa kegiatan multaqo akan dilakukan secara terus menerus dalam rangka mengawal implementasi kesepakatan yang disepakati hari ini," utambah multaqo akan segera dilaksanakan pada semester kedua 2019, kami mengajak seluruh umtambah Kiai Manarul. Dia menmbahkan agar semua umat Islam Indonesia melakukan sosialisasi hasil multaqo melalui berbagai forum kegiatan.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA