6 Hal yang Perlu Diperhatikan Menjelang Ramadhan

Rep: Riza Wahyu Pratama/ Red: Andi Nur Aminah

 Sabtu 04 May 2019 00:56 WIB

Ilustrasi Ramadhan Foto: Pixabay Ilustrasi Ramadhan

orang yang tak mendapatkan ampunan di bulan Ramadhan adalah orang yang rugi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ramadhan dianggap sebagai madrasatul kubro, atau sekolah yang agung. Pasalnya Ramadhan akan membimbing seorang Muslim dalam ketakwaan. Ustaz Oemar Mita beberapa waktu lalu menjelaskan setidaknya terdapat 6 hal yang perlu diperhatikan dalam rangka menghadapi Ramadhan.

"Saking besarnya pahala Ramadhan, Allah tidak menjelaskan secara detail apa pahala Ramadhan. Oleh karena itu, orang yang tidak mendapatkan ampunan di bulan Ramadhan adalah orang yang rugi," kata Oemar Mita.

Baca Juga

Adapun enam hal tersebut adalah, pertama, seorang Muslim hendaknya memperbanyak istighfar menjelang Ramadhan. Pasalnya dosa-dosa yang terbawa hingga Ramadhan, akan menghilangkan kenikmatan bulan yang agung tersebut.

Kedua, memperbanyak doa, sekaligus memperkuat niat untuk bertemu dengan Ramadhan. "Jika orang yang sudah berniat menjalani Ramadhan, tetapi Allah memanggilnya sebelum Ramadhan datang. Insha Allah ia telah mendapatkan pahala Ramadhan," kata Ustaz Oemar.
 
Ketiga, ketika Ramadhan, seorang Muslim diperbolehkan mencuri amalan puasa orang lain. Caranya adalah dengan memberikan makanan berbuka bagi Muslim lainnyan. "Karena orang yang memberikan makanan buka, ia mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa," tuturnya.

Keempat, jangan mengotori Ramadhan dengan kemunafikan. Pasalnya hal itu tidak disukai oleh Allah dan Rasul-Nya. Kelima, mempersiapkan ilmu ibadah selama Ramadhan. Seorang Muslim yang memahami fikih Ramadhan, ia akan mengetahui berbagai macam amalan yang bisa dilakukan selama bulan suci tersebut.

Keenam, hendaknya 10 hari terakhir pada bulan Ramadhan digunakan dengan sebaik-baiknya. Waktu tersebut diusahakan lebih baik daripada 20 hari sebelumnya.

Ketua Majelis Dakwah Islam Indonesia (Madina) itu juga mengatakan, Rasulullah pernah bersabda, seseorang yang tidak mendapatkan kebaikan Bulan Ramadhan, seakan-akan diharamkan baginya kebaikan di bulan-bulan lainnya. "Oleh karena itu Ramadhan adalah indikator iman seseorang pada 11 bulan lainnya," kata Oemar Mita.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X