Wednesday, 25 Zulhijjah 1442 / 04 August 2021

Wednesday, 25 Zulhijjah 1442 / 04 August 2021

Hari Buruh di Yogya Eksplor Potensi Pekerja

Senin 29 Apr 2019 19:39 WIB

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Dwi Murdaningsih

Selamat Hari Buruh

Selamat Hari Buruh

Foto: republika
Hari Buruh Yogyakarta mengusung tema May Day is Family Day.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Acara May Day 2019 sebagai peringatan hari buruh di Kota Yogyakarta mengusung tema May Day is Family Day. Kepala Bidang Kesejahteraan Hubungan Industrial (KHI) Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta, Tri Karyadi Riyanto mengatakan, acara kali ini digelar dengan tujuan mengeksplorasi kemampuan dan potensi buruh.

"Tujuan May Day ini untuk menjalin kemitraan yang positif antara pemerintah, pengusaha dan pekerja atau buruh," kata Tri di Balai Kota Yogyakarta, Senin (29/4).

Sesuai dengan temanya, keluarga buruh dan masyarakat juga dilibatkan. Diharapkan, semua lapisan masyarakat dapat menikmati setiap rangkaian kegiatan yang digelar.

"Rangkaiannya, Kota Yogya memang berusaha menangkap permasalahan-permasalahan ketenagakerjaan sekarang ini. Terutama terkait dengan revolusi industri ini," ujar Tri.

Rangkaian kegiatannya antara lain senam massal, lomba gerak jalan dan yel-yel dari perusahaan yang ada di Kota Yogyakarta. Bahkan, juga diisi oleh kegiatan menggambar dan mewarnai untuk anak-anak.

Selain itu, juga ada kegiatan donor darah. Tri menargetkan ada 100 pendonor baik dari buruh, pengusaha maupun masyarakat.

"Sudah kita sosialisasi. Kami ingin menyentuh kemanusiaan pekerja untuk bersumbangaih mendonorkan darahnya," ujarnya.

UMKM` yang berasal dari Kota Yogyakarta dari 14 kecamatan juga diajak bergabung. Tentunya untuk memberdayakan UMKM itu sendiri dengan dapat  memasarkan produknya dalam kegiatan ini.

Rangkaian kegiatan ini digelar juga sebagai upaya untuk mengubah pola pikir masyarakat. Yang mana, banyak masyarakat berpikir hari buruh itu identik dengan orasi dan kegiatan unjuk rasa.

"Jadi memberikan tontonan dan hiburan yang bermanfaat bagi pekerja, buruh dan masyarakat. Kita ingin menghapus (pola pikir) hari buruh itu tidak harus dengan orasi," kata Tri.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA