Monday, 11 Zulqaidah 1442 / 21 June 2021

Monday, 11 Zulqaidah 1442 / 21 June 2021

Pengusaha Perlu Kembangkan Pembiayaan Ultra Mikro Pariwisata

Senin 29 Apr 2019 06:16 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Nidia Zuraya

Pembiayaan kredit untuk usaha mikro.

Pembiayaan kredit untuk usaha mikro.

Foto: Tim Infografis Republika.co.id
Pembiayaan ultra mikro diberikan kepada pengusaha yang tidak memiliki akses perbankan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah mengajak pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri Nasional (Kadin), Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dapat berkolaborasi dalam pengembangan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pariwisata. Salah satunya melalui program Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) dengan memberikan pembiayaan, pelatihan dan pendampingan kepada pengusaha ultra mikro di daerah wisata.

Dalam kunjungannya bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan Bupati Garut Rudy Gunawan meninjau program pemerintah terkait pengembangan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pariwisata di Kabupaten Garut, Jawa Barat. 

Baca Juga

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah melalui program pembiayaan UMi hadir memberikan pembiayaan, pelatihan dan pendampingan kepada pengusaha ultra mikro di daerah wisata, agar mereka dapat memanfaatkan program pengembangan wisata untuk meningkatkan taraf hidupnya.

Pembiayaan UMi merupakan program pembiayaan kepada masyarakat usaha mikro di lapisan terbawah yang tidak memiliki akses perbankan dengan jumlah plafon paling banyak Rp 10 juta per nasabah. Program ini merupakan tahap lanjutan dari bantuan sosial menuju kemandirian usaha, serta merupakan komplementer Kredit Usaha Rakyat (KUR). 

“Kami mengajak pengusaha yang tergabung dalam Kadin, Iwapi dan Apindo serta debitur dan pendamping pembiayaan UMi untuk berkolaborasi dalam pengembangan sektor mikro melalui pelibatan usaha mikro dalam rantai pasokan, pemberian pendampingan, dan pembukaan akses pasar, serta berkontribusi dalam pendanaan melalui pendekatan investasi berdampak sosial,” ujarnya dalam keterangan tulis yang diterima Republika, Ahad (28/4).

Menurutnya pembangunan jalur kereta api Bandung-Cibatu serta infrastruktur jalan menuju Situ Bagendit memungkinkan kelancaran pergerakan barang dan manusia, sehingga memudahkan akses dari dan ke daerah wisata. Konektivitas daerah wisata diharapkan dapat meningkatkan kesadaran nilai budaya, lingkungan, ekonomi, serta mendorong investasi lokal dan internasional.

“Pemerintah memandang sektor ini sebagai sektor strategis dalam pengentasan kemiskinan, karena terkait dengan sektor-sektor lain yang bersifat padat karya serta melibatkan usaha masyarakat berskala mikro dalam jumlah masif,” ucapnya.

Tak hanya itu, menurut Sri Mulyani, sektor pariwisata memberikan nilai komparatif pada daerah pedesaan dan pinggiran yang identik dengan lingkungan alami, kekayaan budaya, keindahan pemandangan, serta keanekaragaman kekayaan hayati. 

Sementara Ketua Umum Iwapi Nita Yudi menambahkan pihaknya siap berkolaborasi dengan pemerintah dalam pengembangan sektor mikro pada usaha sektor mikro kecil di Situ Bagendit, Garut, Jawa Barat. Dukungan IWAPI akan berperan memberikan pelatihan, pendampingan dan pembukaan akses pasar bagi Masyarakat.

"Saya akan menugaskan DPD IWAPI Jawa Barat untuk terjun langsung untuk memberikan pelatihan dan pendampingan kepada Masyarakat. Saya melihat peluang potensi UMKM untuk dikembangkan daerah wisata ini yakni kerajinan tangan untuk cindera mata, makanan untuk warung-warung kecil, makanan oleh-oleh, dan jasa penyewaan seperti Homestay, pemandu wisata, penyewaan perahu, penyewaan alat-alat pancing,” ujarnya. 

Menurutnya anggota Iwapi kawasan Jawa Barat sebagian besar memiliki usaha kerajinan dan kuliner, dengan adanya kontribusi Iwapi dalam pengembangan sektor UMKM di daerah ini diyakin akan terciptanya lapangan usaha baru untuk pembangunan ekonomi masyarakat sekitar Situ Bagendit, Garut. 

“Adanya pengembangan wisata kelas dunia di kawasan Bagendit karena dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional dan kesejahteraan masyarakat, program UMi tanpa syarat yang rumit dan mudah didapat masyarakat yang serius untuk berusaha dan saya berharap jangan hanya di Wilayah Garut saja namun di daerah lain juga karena Indonesia terkenal akan indah alamnya yang sangat berpotensi untuk dijadikan wisata kelas dunia,” ungkapnya. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA