Tuesday, 6 Syawwal 1442 / 18 May 2021

Tuesday, 6 Syawwal 1442 / 18 May 2021

Usai Diperiksa KPK, Wali Kota Tasik tak Ada di Balai Kota

Kamis 25 Apr 2019 13:21 WIB

Rep: Bayu Adji P/ Red: Andi Nur Aminah

Personel Polres Tasikmalaya Kota berjaga saat petugas Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan ruang kerja Walikota Tasikmalaya Budi Budiman di Bale Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu (24/4/2019).

Personel Polres Tasikmalaya Kota berjaga saat petugas Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan ruang kerja Walikota Tasikmalaya Budi Budiman di Bale Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu (24/4/2019).

Foto: Antara/Adeng Bustomi
Sejak apel pagi di Balai Kota Tasikmalaya, sosok Budi tak nampak.

REPUBLIKA.CO.ID, TASIMALAYA -- Setelah diperiksa oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (24/4) di ruang kerjanya, Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman tak terlihat pada hari kerja Kamis (25/4). Berdasarkan pantauan Republika.co.id, sejak apel pagi di Balai Kota Tasikmalaya, sosok Budi tak nampak.

Meski Budi tak terlihat, aktivitas di Balai Kota Tasik tetap berjalan normal. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tasik Ivan Dicksan mengatakan, kegiatan pemerintahan akan tetap berjalan normal meski ruang kerja Wali Kota diperiksa seharian pada hari sebelumnya.

Ia mengakui, para aparatur sipil negara (ASN) masih kaget atas pemeriksaan penyidik KPK itu. "Semua pegawai negeri sipil kaget, tapi sekarang pelayanan pemerintahan harus tetap berjalan seperti biasa," kata dia, Kamis (25/4) pagi.

Baca Juga

Menurut dia, Budi tak hadir ke kantor karena masih shock atas masalah pribadinya. Namun, lanjut dia, Wali Kota tetap berkantor di rumahnya yang beralamat di Jalan Bojongkaum, Kelurahan Cipedes, Kecamatan Cipedes, Kota Tasik. Ia mengungkapkan, Wali Kota akan menerima para pegawainya yang datang ke rumahnya berkaitan dengan pekerjaan.

"Untuk hari ini, Pak Budi masih ada di Kota Tasikmalaya dan dia juga memilih rumah pribadinya menjadi kantor. Karena, masih ada beberapa surat yang harus ditantatanganinya tetapi untuk penetapan tersangka sampai saat belum tahu," kata dia.

Ivan mengaku tak tahu jelas mengenai masalah yang dihadapi pimpinannya. Padahal, ia juga diperiksa penyidik KPK pada Rabu (24/4).

Sebelumnya, sebanyak 15 penyidik KPK dikawal empat anggota Sabhara Polres Tasikmalaya Kota mendatangi ruang kerja Wali Kota Tasik Budi Budiman pada Rabu (24/4) pagi. Pemeriksaan dilakukan kepada Budi dan sejumlah pejabat lainnya di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Tasik. Selain memeriksa ruang kerja Wali Kota, penyidik KPK juga menyegel ruang Direktur Utama RSUD dr Soekardjo dan Kantor Dinas PUPR.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA