Saturday, 2 Zulqaidah 1442 / 12 June 2021

Saturday, 2 Zulqaidah 1442 / 12 June 2021

Tiga Anggota Dewan Transisi Militer Sudan Mengundurkan Diri

Kamis 25 Apr 2019 12:16 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Ani Nursalikah

Tentara Sudan berpatroli sementara demonstran melakukan aksinya di dekat gedung Kementerian Pertahanan di Khartoum, Sudan, Selasa (9/4).

Tentara Sudan berpatroli sementara demonstran melakukan aksinya di dekat gedung Kementerian Pertahanan di Khartoum, Sudan, Selasa (9/4).

Foto: AP Photo
Warga Sudan terus melanjutkan unjuk rasa.

REPUBLIKA.CO.ID, KHARTOUM -- Tiga anggota Dewan Transisi Militer di Sudan mengundurkan diri. Tiga anggota Dewan Transisi Militer tersebut adalah Letnan Jenderal Omar Zain al-Abideen yang mengepalai komite politik, Letnan Jenderal Jalal al-Deen al-Sheikh, dan Letnan Jenderal Al-Tayeb Babakr Ali Fadeel.

Pengunduran diri ini terjadi setelah Asosiasi Profesional Sudan menyerukan akan menggelar aksi demonstrasi besar-besaran, Kamis (25/4). Salah satu tuntutan dalam aksi demo tersebut agar tiga letnan jenderal tersebut diberhentikan dan diadili atas peran mereka dalam tindakan kekerasan yang menewaskan puluhan pengunjuk rasa.

Sebelumnya, pada Rabu malam (24/4), oposisi dan Dewan Transisi Militer sepakat membentuk komite untuk menyelesaikan konflik setelah digulingkannya Presiden Omar al-Bashir. Dewan Transisi Militer telah mengundang oposisi untuk bernegosiasi dan berdialog secara terbuka.

"Kami ingin bekerja sama membawa Sudan ke tempat yang lebih aman," ujar juru bicara Dewan Transisi Militer, Shams El Din Kabbashi di televisi pemerintah setelah pertemuan dengan Pasukan Deklarasi Kebebasan dan Perubahan.

Kelompok oposisi bersedia ikut berpartisipasi dalam dialog dan negosiasi terbuka dengan Dewan Transisi Militer. Asosiasi Profesional Sudan menyatakan, Pasukan Deklarasi Kebabasan dan Perubahan memutuskan menanggapi undangan dan berdialog secara terbuka dengan Dewan Transisi Militer.

"Dialog tersebut menyatakan keinginan kami adalah pemindahan pemerintahan transisi secara damai dari militer ke otoritas sipil, yang mencerminkan kekuatan revolusi," ujar Asosiasi Profesional Sudan dalam pernyataannya.

Oposisi bersikeras Dewan Transisi Militer segera menyerahkan kekuasaan kepada otoritas sipil. Sementara, Dewan Transisi Militer mengatakan, proses penyerahan tersebut membutuhkan waktu hingga dua tahun.

Pada Selasa (23/4), Asosiasi Profesional Sudan dan para saksi mata menyatakan, pasukan keamanan mencoba membubarkan aksi protes yang terjadi di luar Kementerian Pertahanan di Khartoum. Namun, pasukan keamanan membantah hal tersebut. Mereka menyatakan tetap mempersilakan para pengunjuk rasa melanjutkan aksi demo.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA