Sunday, 23 Rajab 1442 / 07 March 2021

Sunday, 23 Rajab 1442 / 07 March 2021

Rujuk Video Medsos, Ini Kata Fadli Zon Soal Pemilu 2019

Selasa 23 Apr 2019 01:33 WIB

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Nashih Nashrullah

Wakil Ketua DPR Fadli Zon

Wakil Ketua DPR Fadli Zon

Foto: Republika/ Wihdan
Fadli menilai Pemilu 2019 banyak permasalahan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA –  Wakil Ketua DPR RI Koordinator Politik dan Keamanan Fadli Zon menyebut penyelenggaraan Pemilu 2019 adalah pemilu yang gagal. Fadli beralasan, Pemilu 2019 dianggap gagal karena dia menduga adanya kecurangan masif dan terstruktur yang dilakukan KPU.  

"Jelas pemilu ini menurut saya gagal menghadirkan pemilu yang jujur yang adil karena terlalu banyak ribuan bahkan perlu puluhan ribu kecurangan-kecurangan yang terjadi," kata Fadli di Kompleks Parlemen RI, Jakarta, Senin (22/4). 

Kecurangan yang disebut Fadli merujuk pada berbagai video dugaan kecurangan yang banyak beredar di media sosial maupun internet, misalnya surat suara tercoblos, maupun kesalahan-kesalahan input data yang merugikan Prabowo. "Saya kira ini persoalannya ada yang harus diamankan adalah suara rakyat gitu," kata politisi Gerindra itu. 

Baca Juga

Fadli juga menyoroti tujuan penyelenggaraan serentak untuk anggaran yang lebih efisien tidak terwujud. Fadli menuding, banyaknya perkara dan permasalahan yang mewarnai Pemilu 2019 justru menyebut angka anggaran membengkak. Namun, Fadli tak menyebutkan secara rinci selisih anggaran tersebut.

Untuk itu, Fadli pun menekankan agar KPU segera memperbaiki kinerja, memastikan bersikap netral, dan menindaklanjuti segala laporan kecurangan yang beredar di masyarakat. 

Selaku Wakil Ketua DPR RI, dia menyatakan akan melapor ke Komisi ii untuk bisa mengambil sikap.

"Saya kira pemilu ini gagal, gagal untuk menghadirkan pemilu yg jujur dan adil demokratis bersih itu jelas gagal. Pemilu ini adalah pemilu yang gagal," kata Fadli. 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA